PEKANBARU – Seminar “BimTek Komunikasi Melalui Satelit LAPAN-A2/ORARI (IO86) Amatir Radio Menggunakan Radio Genggam” oleh LAPAN bekerjasama dengan ORARI dilangsungkan pada hari ke-2 Ritech Expo 2018, Sabtu (11/8) . Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dalam menyambut Hari Teknologi Nasional ke-23.

Seminar yang diikuti oleh sekitar 80 orang peserta dari mahasiswa perguruan tinggi di daerah Riau tersebut dilaksanakan di Komplek Rumah Gubernur Provinsi Riau. Turut hadir juga Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Kemenristekdikti Dadan Nugraha, Kepala Humas LAPAN Jasyanto, dan perwakilan dari ORARI lokal Pekanbaru Edi Pramono.

Dalam sambutannya Dadan Nugraha mengaku bangga sebab Indonesia telah berhasil meluncurkan satelit komunikasi yang dapat digunakan rakyat Indonesia bahkan negara lainnya. Dadan juga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah berkontribusi dalam Ritech Expo tahun ini.

“Indonesia patut bangga karena kita mampu membuat satelit komunikasi yang digunakan untuk kita, bahkan negara lainnya. Kita patut bersyukur dan bangga ada satelit karya anak bangsa dan nanti kita akan sama-sama uji coba bagaimana cara membuat peralatan komunikasi yang nanti disambungkan dengan satelit tersebut. Dan kami mewakili Kemenristekdikti dan koordinator Ritech Expo mengucapkan terimakasih kepada LAPAN atas partisipasinya dalam acara ini,” ujarnya.

Jasyanto dalam sambutannya memaparkan bahwa tujuan seminar ini yaitu memperkenalkan satelit Lapan A2/orari amatir menggunakan radio genggam kepada para mahasiswa dan juga berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Disini kita akan praktik dengan antena dan melalui gelombang fisika, dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu dapat berkomunikasi dari luar daerah,” jelasnya.

Selain itu, Jasyanto juga menyebutkan bahwa tujuan penggunaan utama dari satelit LAPAN-A2 adalah sebagai alat mitigasi bencana dengan menggunakan sistem komunikasi.

“Satelit ini diharapkan dapat digunakan saat terjadi bencana, seperti banjir, kebakaran, gempa dan lain sebagainya. Karena pada saat terjadi bencana, seluruh alat komunikasi tidak dapat digunakan dan listrik padam. Dengan adanya satelit ini mampu menjadi jembatan komunikasi, dan satelit inipun bergerak dan mengelilingi Indonesia 14 kali dalam sehari,” ungkapnya.

Acara bimtek ini menjadi ajang implementasi gelombang radio dan frekuensi yang selama ini sulit dibuktikan dan membuktikan teori yang didapat di kelas dalam pelajaran fisika, elektronik, serta komunikasi dengan cara merakit suatu antena dan diujicobakan ke satelit buatan anak bangsa yaitu satelit LAPAN A2 Orari.

Pada penutup pidatonya dalam acara tersebut, Jasyanto mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan dan berharap agar para mahasiswa dapat mengerti, memahami, dan tertarik dengan materi yang disampaikan hingga nanti para mahasiswa dapat bergabung di LAPAN.

“Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan materi ini dengan harapan adik-adik disini dapat menjadi peneliti, perekayasa dibidang penerbangan dan antariksa, dan menjadi bagian dari LAPAN,” tangkasnya. (AAF/AN)