Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), menye;enggarakan workshop dengan mengangkat tema “On Vocational Education Linkage With Labour Market.” Workshop yang dihadiri oleh perwakilan dari politeknik negeri, Politeknik swasta serta perguruan tinggi negeri dilaksanakan di kota Makasar, Sulawesi Selatan, 23-24 Agustus 2017.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi mengatakan, APEC merupakan forum ekonomi di Asia –Pasifik yang memiliki tujuan untuk mendukung pertumbuhan eknomi secara berkelnjutam di kawasan Asia Pasifik. Nada Menambahkan  salah satu fokus utama dalam APEC untuk mencapai tujuan adalah  meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan Teknik Vokasi dan Pelatihan (TVET). “Melalui Workshop ini, akan dihasilkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan meningkatkan kapasitas inovasi sistem vokasi pendidikan tinggu untuk para anggota eknomon APEC” tegasnya.

Tujuan dari workshop ini adalah (1) mendiskusikan situasi terkini mengenai pendidikan vokasi di ekonomi-ekonomi APEC serta tantangan dan permasalahan yang dihadapi, (2) meningkatkan kesesuaian anatara kurikulum dan keterampilan yan ada pada pendidikan vokasi, sehingga dapat selaras dengan kopetensi lulusan yang dibutuhkan pada pasar tenaga kerja, (3) meningkatkan kualits dan inovasi pada sistem pendidikan vokasi di ekonomi-ekonomi APEC , (4) merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih baik, serta meningkatkan hubungan ntara institusi vokasi dengan pasar tenaga kerja.

Workshop tersebut terbagi menjadi dua sesion, yang pertama adalah membahas mengenai pengembangan kerangka kebijakan TVET (technical, and vocational Education and training), dan rencana strategis dengan menghadirkan lima speaker  yaitu Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti Dr. Paristiyanti Nurwardani, Kementerian Tenaga Kerja Moh. Saeful Hasan, Director for STEM Workforce, Directorate of New Growth & Competitiveness National Science Technology and Innovation Policy Office Thailand Poolsak Koseeyaporn, Wakil Direktur Politeknik Ujung Pandang Tri Hartanto, Felloe Quality Assurance Expert MQA Malaysia Zita Mohammad Fahmi. Pada sesi ini speaker membagikan informasi berdasarkan pengalaman dari bidang masing-masing.

Pada sesi ke dua membahas mengenai bagaimana peranan industri dalam mempromosikan TVET, dengan menghadirkan narasumber dari perwakilan industri yaitu, Kepala Divisi Sumber Daya Manusia PT. Astra Daihatsu Motor Indonesia, CEO Sustainable Skills Australia Nigel Carpenter, Manager MARS Simbioscience Indonesia Mohammad Khomeiny, Internastional Technology Transfer Network (ITTN) Cina. Pada sesi ini speaker mendeskripsikan bagaimana kebutuhan industri  akan tenaga handal yang dihasilkan oleh pendidikan vokasi.

Galeri