UNAIR NEWS – Setelah mengantongi juara nasional dalam ajang The 12th Indonesian Round of the International Humanitarian Law Moot Court Competition, tim delegasi Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) melaju ke babak internasional untuk mewakili Indonesia.

Tim tersebut beranggotakan empat orang, yakni Cristian Lu (2014), Devi Salsabila (2016), Amri Rahayu (2015 ), dan Aulia Putri (2015 ). Mereka berempat mengikuti kompetisi peradilan semu dengan tema Hukum Humaniter Internasional dalam The 16th Red Cross International Humanitarian Moot se–Asia Pasifik yang diselanggarakan di Hongkong, 6-10 Maret 2018 lalu.

Aula Putri salah satu perwakilan mengungkapkan bahwa ia dan tim telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi kompetisi tersebut. Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang tak datang dua kali itu.

Selama tiga bulan sebelum lomba berlangsung, berbagai persiapan mereka lakukan. Mulai dari membangun argumen antara pro dan kontra untuk setiap mosi yang diperlombakan, melakukan riset dan menyusun memorial, menjalani latihan rutin di sela padatnya jadwal kuliah, dan berusaha membagi waktu antara mengerjakan tugas kuliah dan persiapan kompetisi. Pada kompetisi ini, mereka yang mewakili Badan Semi Otonom (BSO) International Law Student Association (ILSA) FH UNAIR.

Sayangnya, dalam kompetisi yang diselenggarakan di Hongkong University itu, delegasi FH hanya mampu bertahan dalam general round. Meski timnya kalah, Risma –panggilan akrab Aula Putri- mengaku sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk berlaga di ajang Internasional. Ia dan tim juga menjadi satu-satunya delegasi yang mewakili Indonesia.

Dari kompetisi itu, ia mendapat banyak pelajaran dan pengalaman. Ia juga berkesempatan bertemu dengan salah satu hakim dari Internasonal Criminal Court, petinggi dari Hongkong Red Cross, dan masih banyak lagi.

Risma menambahkan, lewat kompetisi ini ia jadi mengerti standar nilai yang diingkan juri internasional. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk pembelajaran di kompetisi selanjutnya.

Di akhir, Risma berharap, kemenangan timnya di The 12th Indonesian Round of the International Humanitarian Law Moot Court Competition dan menjadi perwakilan Indonesia dapat menginspirasi dan memotivasi mahasiswa FH UNAIR lainnya. Sehingga, FH UNAIR semakin berjaya, baik di kancah nasional maupun internasional.

“Semoga di kompetisi selanjutnya, delegasi FH UNAIR bisa kembali menjuarai The 12th Indonesian Round of the International Humanitarian Law Moot Court Competition dan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di ajang international selanjutnya,” tutupnya. (PIH UNAIR)