Tim Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Andriyani P (Fakultas Peternakan), Latiful Akbar (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), dan Yoga Rivaldi (Fakultas Kedokteran Hewan) di bawah bimbingan Prof Dr Ir Yuli Retnani, MSc berhasil menjadi juara pertama pada Asian Pasific Agriculture Student Summit and Undergraduate Project Competition 2017 di Taiwan (23-25/11). Andriyani dan tim membuat wafer pakan ternak dari Enceng Gondok, tanaman parasit yang mengganggu ekosistem.

 

Asian Pasific Agriculture Student Summit and Undergraduate  Project Competition 2017 merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh International College, National Pingtung University of Science and Technology bersama Ministry of Education Taiwan, Office of Research and Development NPUST, Office of International Affairs dan Research Center for Energy Technologyand Strategy, National Cheng Kung University.

 

“Terdapat tiga tema yaitu Agriculture and Life Science, Engineering and Energy, and Management and Humanities. Tim yang lolos seleksi tahap awal sebanyak 38 tim berasal dari 8 negara” Ucap Latif.

 

Makalah Andriyani dan tim berjudul Wacifer (Water Hyacinth Wafer): The Utilization of Eichhornia crassipes as Ruminant Feed Wafer to Overcome Water Hyacinth Blooming in Rawa Pening Lake, Indonesia. Makalah ini berhasil memenangkan juara 1 dalam kategori Agriculture and Life Science.

 

Wacifer merupakan pakan untuk ruminansia dalam bentuk wafer. Wacifer sendiri diadopsi dari karya Prof Dr Ir Yuli Retnani, peneliti dari Fakultas Peternakan IPB, yaitu wafer pakan ternak yang sudah mendapatkan paten sebelumnya. Terdapat beberapa bahan yang Andriyani dan tim formulasikan sendiri.

 

“Kami memilih enceng gondok karena banyaknya enceng gondok di Danau Rawa Pening, Jawa Tengah. Hampir 70% permukaan air di rawa Pening tertutup oleh enceng gondok. Hal ini berpengaruh negatif terhadap ekosistem di sana. Sempat ada yang memanfaatkan menjadi briket arang akan tetapi belum efektif,”tutur Andriyani.

 

Selain enceng gondok Ia juga menambahkan limbah organik dalam formula Wacifer sehingga dapat memenuhi nutrisi pakan untuk ruminansia.

 

“Kami berharap karya ini dapat ditingkatkan lagi, tidak hanya pada enceng gondok tapi juga tanaman lainnya yang dapat dimanfaatkan,” jelas Andriyani, sang pemilik cita-cita menjadi pemulia herbal ini.  (RJ/Zul)