Dalam upaya membantu peningkatan kualitas dan profesionalisme guru SMA/MA di Jawa Tengah sebagai Perguruan Tinggi LPTK, Universitas Negeri Semarang (Unnes) beberapa waktu yang lalu menggelar Lomba Guru Unggul Inovatif SMA/MA Tingkat Jawa Tengah.

Lomba ini sebagai wujud komitmen Unnes dalam mengembangkan potensi guru melalui sistem pembinaan guna memberikan motivasi bagi para guru SMA/MA. Nantinya perserta lomba Peserta Lomba Guru Unggul Inovatif ini akan di saring sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan seperti, kualifikasi akademik minimal Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-IV) di wilayah Jawa Tengah.

Menurut Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman MHum menjelaskan bahwa lomba yang diselenggarakan oleh kampus Unnes ini akan mendorong guru untuk berinovasi dalam melakukan pembelajaran oleh guru. Selain itu dirinya juga berharap lomba ini akan lebih banyak memunculkan sosok guru yang inovatif, yang mampu memberikan banyak aspirasinya dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Unnes mendorong mahasiswa kependidikan dan guru agar tidak berhenti belajar. Inovasi pendidikan sangat diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan,” ungkapnya.

Lomba Guru Unggul Inovatif SMA/MA Tingkat Jawa Tengah ini akan dinilai dalam beberapa aspek seperti dalam penyajian materi, keunggulan guru dalam menjadikan siswa aktif dalam belajar, inovasi guru dalam penggunaan model pembelajaran, inovasi guru dalam penggunaan media pembelajaran, serta inovasi guru dalam menjalin komunikasi efektif dengan siswa.

Ditegaskan oleh Ketua LP3 Dr Abdurrahman MPd Juara pertama lomba guru unggul inovasi tahun 2016 yaitu Lilis Rusenywati dari SMA Negeri 3 Rembang dengan menampilkan real teaching dengan Model Pembelajaran dengan Bahasa Indonesia melalui syair.

Juara kedua yaitu Muhammad Miftakhul Falah dari MAN 2 Kudus dengan menampilkan pembelajaran Fisika dan Juara ketiga yaitu Triawati Agusnila dari SMAN 1 Bobotsari Purbalingga menampilkan pembelajaran Ekonomi dengan Judul Inyong Mart.

Sedangkan Juara Harapan 1 Hidayah Hidzyam Diniy dari MA Nahdlotussyiban Demak dengan menampilkan pembelajaran Kimia dan Juara Harapan 2 yaitu Dwi Hastuti SMAN 1 Rembang dengan judul syair Indonesia.

Abdurrahman juga menjelaskan bahwa lomba guru ini akan memberikan pemahaman budaya kompetitif yang sehat dikalangan guru. Selain itu lomba guru ini juga akan menambah wawasan guru, pengetahuan guru, serta meningkatkan kompetensi guru SMA/MA di Jawa Tengah. (Tio/Humas Unnes)