BANDUNG – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mewakili Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Universitas Muhammadiyah Bandung, Minggu (15/10).

Acara peletakan batu pertama ini, turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Intan Ahmad, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi.

Menristekdikti Mohamad Nasir berharap Universitas Muhammadiyah Bandung menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan bisa menggerakkan pembangunan perekonomian Indonesia dimasa depan.

Menteri Nasir mengatakan bahwa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia kita harus memperhatikan 12 pilar inovasi dalam ‘Global Competitiveness Index‘, karena inovasi yang dihasilkan dari kegiatan riset membuat perguruan tinggi dapat bersaing di tingkat nasional dan Internasional.

“Selain itu, mutu dan kualitas Institusi Pendidikan Tinggi menjadi faktor utama untuk pembangunan Institusi Pendidikan Tinggi di Indonesia agar menjadi lebih baik. Selamat Universitas Muhammadiyah Bandung atas pembangunan gedung baru. Semoga fasilitas ini digunakan secara optimal untuk mendidik anak bangsa menjadi lebih baik,” ucap Nasir.

Nasir juga mengapresiasi rencana pembangunan kampus dengan arsitektur futuristik sehingga diharapkan mahasiswa dapat bangga belajar di kampus yang modern ini.

Rektor Universitas Muhammadiyah Suyatno mengatakan hadirnya Universitas Muhammadiyah Bandung, merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah untuk Indonesia yang berkemajuan melalui pencerdasan kehidupan bangsa, khususnya bagi SDM di Propinsi Jawa Barat.

Universitas Muhammadiyah Bandung yang ijinnya dikeluarkan Kemristekdikti pada tahun 2016, akan memiliki 12 Program Studi yaitu Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknologi Pangan Halal, Bioteknologi, Farmasi, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Kriya, Agribisnis, Akuntan Publik, dan Teknik Industri. Pembangunan Universitas Muhammadiyah Bandung ini digadang akan selesai dalam waktu satu tahun.  Pendaftaran mahasiswa ditahun 2017, mencapai 300 orang, sedangkan yang melakukan konfirmasi ulang mencapai 250 orang. Untuk tata ruang dan arsitekturnya, Universitas Muhammadiyah Bandung akan membangun Masjid di lahan terdepan, yang akan menjadi basis ‘Islamic Entrepreneur University‘.

“Kami  Universitas Muhammadiyah berkomitmen dan berintegritas, akan membangun Universitas yang baik untuk perkembangan Pendidikan di Indonesia dengan penekanan pada pengembangan wirausaha dan ekonomi pembangunan,” tutur Suyatno.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengingatkan bahwa Indonesia akan berkembang pesat menjadi Negara dengan Peringkat ke-7 yang mempunyai PDB terbesar dalam beberapa waktu mendatang, dikarenakan keuntungan Bonus Demography (2012-2045), yang harus disiapkan sejak sekarang. Untuk itu, Pendidikan Tinggi menjadi pilar utama untuk mendongkrak daya saing bangsa Indonesia. Beliau berharap Universitas Muhammadiyah Bandung dapat menjadi Perguruan Tinggi yang terbaik, terampil, dan berkompeten.

“Universitas Muhammadiyah Bandung harus menjadi perguruan tinggi yang berstandar sesuai dengan kebutuhan abad 21, sehingga dapat bersaing di era globalisasi saat ini,” ujar Deddy.

Selain itu, Deddy juga berharap Universitas Muhammadiyah Bandung dapat menghasilkan lulusan yang memiliki mental wirausaha dan mempunyai ‘mindset‘ dan atau pemikiran sebagai agen pengembangan ekonomi dan atau bertindak sebagai ‘job creator‘ sehingga dapat berkontribusi dalam menambah jumlah pengusaha nasional. Kedepan Universitas Muhammadiyah Bandung diharapkan dapat bermitra dengan Pemda Bandung yang melatih 20.000 orang tiap tahunnya untuk menjadi pengusaha.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengemukakan pentingnya perubahan paradigma mind (changing the mindset), dari pemikiran konvensional menjadi modern, terutama dalam upaya penegakan tonggak keunggulan dan kemajuan bangsa. (AP/HS)