Siaran Pers
Nomor : 174/SP/HM/BKKP/IX/2019

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan ‘Soft Launching’ Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Negeri Malang (UM) pada hari ini (Malang, 3/9). Pembangunan GKB UM mendapat pendanaan Project 4 in 1 dari the Islamic Development Bank (IsDB). Dalam Konsorsium 4 in 1, Universitas Negeri Malang mengemban tugas menjadi Pusat Unggulan (Center of Excellence) bidang Inovasi Pembelajaran (Learning Innovation).

Menteri Nasir memaparkan bahwa revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan besar di berbagai bidang kehidupan, termasuk di sektor pendidikan . Sistem pembelajaran konvensional akan bertransformasi ke arah ‘online learning’. Oleh karena itu UM yang menjadi Pusat Unggulan di bidang Learning Innovation harus bisa menggali riset dan inovasi yang dapat menjawab tantangan pembelajaran di era revolusi 4.0.

” Melalui Project 4 in 1 IsDB ini saya harap UM dapat menjadi ‘leader’ di bidang ‘learning innovation’. Eranya disruptif, ‘face to face’ learning akan mulai ditinggalkan, maka perlu inovasi ‘disruptif learning’ di UM untuk menjawab tantangan ini,” tutur Menristekdikti.

Menteri Nasir menambahkan UM harus mulai memanfaatkan teknologi terbaru seperti “Artificial Intelligence” untuk inovasi pembelajaran.

” Selama ini ‘distance learning’ yang dilakukan sebagian besar masih berbentuk power point, saya rasa tidak cukup karena itu tidak interaktif. Dengan menggunakan teknologi seperti ‘artificial intelligence’ dan ‘virtual reality’, perkuliahan daring dapat berlangsung secara interaktif layaknya kuliah tatap muka di kelas,” jelas Menristekdikti.

Menteri Nasir berharap peresmian gedung kuliah ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di UM. GKB ini dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk pembelajaran biasa, namun bagaimana pembelajaran yang mampu mengakomodir kebutuhan pasar dan menciptakan inovasi baru di dunia pendidikan perguruan tinggi.

“Setelah peresmian ini Kami tidak banyak menuntut, yang terpenting bagaimana kampus bisa mencerdaskan anak bangsa dan semakin meningkatkan kualitasnya terlebih di era disruptif learning innovation,” lanjutnya

Rektor UM Rofi’udin dalam sambutannya menjelaskan Gedung Kuliah Bersama ini terdiri dari dua gedung yang memiliki tipikal yang sama dengan 9 lantai. Ia menempati areal lahan UM yang luasnya kurang lebih 39.640 m2 dengan luas lantai untuk kedua gedung tersebut sebesar 44.917 m2.

“Penggunaan 9 lantai untuk masing-masing gedung tersebut diantaranya adalah lantai 1 dan 2 digunakan untuk area parkir Mobil, laboratorium, ruang dosen dan ruang kuliah. Sedangkan untuk lantai 3-7 digunakan untuk ruang kelas, ruang seminar, ruang baca, ruang dosen, perpustakaan, dan common space area. Selanjutnya untuk lantai 8-9 digunakan untuk ruang auditorium, ruang serbaguna, ruang seminar, ruang testing center, dan laboratorium Bahasa,” jelas Rofi’udin.

Usai melakukan ‘Soft Launching’ Gedung Kuliah Bersama (GKB) UM, Menristekdikti berkesempatan memberikan ‘Keynote Speech’ pada acara Conference on International Issues In Business And Economic Research 2019 di kampus UM. Konferensi internasional ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Nur Adiana Hiau Abdullah dari Universitas Utara Malaysia, Prof. Wen Chi Huang dari National Pingtung University,Taiwan, Nimarunee Hayeewangoh , Ph.D dari Yala Rajabhat University, Thailand.

Turut hadir dalam kunjungan Menristekdikti di UM Walikota Malang Sutiaji, Rektor Universitas Brawijaya Nuhfil Hanani, Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Mohammad Sofwan Effendi, Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Didin Wahidin, Direktur PIU 4-in-1 IsDB dan tamu undangan lainnya.

Allen Relyan Wijaya, Firman Hidayat, Doddy Zulkifli
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti
dan
Humas Universitas Negeri Malang