SIARAN PERS

Nomor : 94/SP/HM/XII/2017

 

Bandung-Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam rangka mendorong munculnya wirausahawan baru, pemerintah kembali menggelar forum bincang-bincang edukatif Entrepreneurs Wanted! (EW!). Acara kali ini dilaksanakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB) (18/12).

 

Ajang yang dihadiri ribuan pemuda ini, mempertemukan wirausahawan sukses dengan para generasi muda yang masih merintis usaha. Pemerintah berupaya merangsang pertumbuhan wirausahawan, terutama di ranah industri digital, sesuai dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia dengan valuasi industri mencapai 130miliar dolar AS pada 2020. Menurut Presiden Jokowi, Indonesia memiliki semua potensi yang diperlukan untuk dapat menjadi pusat kekuatan ekonomi digital di Asia.

 

“Saat ini adalah peluang anak muda untuk masuk ke ruang bisnis yang sangat besar,” ujar Presiden Jokowi. Pria yang sejak lama telah menjadi wirausahawan ini, berpesan kepada para lulusan Perguruan Tinggi (PT) untuk merubah paradigma, kelak setelah lulus tidak hanya jadi pegawai, namun juga mampu membuka lapangan kerja. Ia yakin pertumbuhan wirausahawan muda akan meningkat, karena kini anak muda lebih kreatif, sehingga dapat menjadi modal untuk menjadi wirausahawan tangguh.

 

Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), jumlah wirausahawan pada 2017 baru mencapai 3,31% dari jumlah penduduk Indonesia, sementara standar Bank Dunia adalah 4%. Dibandingkan dengan negara ASEAN lain, jumlah wirausahawan Indonesia juga lebih kecil, misalnya Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (4,5%), serta tidak berbeda jauh dengan Vietnam (3,3%). Senada dengan Presiden, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir juga mengungkapkan optimismenya terhadap geliat wirausahawan muda Indonesia.

 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mendanai banyak mahasiswa yang berminat menjadi wirausahawan baru. Kemenristekdikti memberikan mulai dari lima juta hingga 50juta untuk masing-masing mahasiswa. “Kami mengadakan lomba mahasiswa. Mereka¬† membuat business plan, bagaimana mengoperasikan business plan, kemudian mereka menyiapkan kebutuhan bisnis, seperti investasi berupa alat dan modal kerja. Untuk investasi, kami beri pinjaman berupa modal bergulir,” jelas Nasir.

 

Kemenristekdikti juga melakukan berbagai upaya lain untuk menumbuhkan wirausahawan muda, antara lain Pendanaan kepada Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). “Tahun ini PPBT berjumlah 661 perusahaan, tahun depan targetnya 800 perusahaan,” ungkap Nasir optimis. Pada 2019, PPB ditargetkan meningkat hingga seribu¬† perusahaan.

 

Kemenristekdikti juga memungkinkan PT membuka Program Studi (Prodi) kekinian, yang dapat menjawab tantangan perkembangan zaman. Lulusan Prodi kekinian ini diharapkan dapat menjadi wirausahawan muda dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. “Kita buka beberapa Prodi di bidang ekonomi kreatif, salah satunya animasi” Kata Nasir.

 

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi mengungkapkan kampusnya juga mendorong tumbuhnya profesional, peneliti, dan pengusaha. Keahlian ketiga unsur ini menurut Kadarsah mampu menjawab tantangan lompatan ekonomi digital. “Kami harap generasi zaman now dapat mempersiapkan diri menghadapi era digital,” tutur Kadarsah. ITB setidaknya telah menelurkan 77 wirausahawan muda, yang bergerak di bidang digital, pangan, energi, kesehatan, dan ekonomi kreatif.

 

Pada perhelatan ini, para wirausahawan terbaik berbagi untuk penerus bangsa. Mereka berbagi ilmu terkait pengembangan usaha, terutama melalui dunia digital. Berdasarkan laporan Tetra Pak Index 2017, Indonesia memiliki 132juta pengguna internet, dengan 40% dari jumlah tersebut merupakan pengguna aktif media sosial. Laporan tersebut juga menyebutkan, jumlah pengguna internet yang mengakses media sosial melalui perangkat mobile mencapai 39% dari total pengguna internet.

 

Para wirausahawan muda yang hadir menginspirasi dalam EW! kali ini adalah CEO dan Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya serta CEO dan Pendiri Amartha Andi Taufan Garuda Putra. Ajang EW! yang kedelapan ini merupakan penutup rangkaian kelas wirausaha yang telah diselenggarakan di berbagai penjuru tanah air. Ajang ini bertujuan membuka wawasan dan menginspirasi anak muda, agar dapat menjadi wirausahawan tangguh di masa depan.

 

Dinna Handini, Muhammad Syarifuddin Fajri, dan Berliana Dwi Novitasari

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik

Kemenristekdikti

Galeri