UNAIR NEWS – Tim Pencak Silat Universitas Airlangga berhasil mengantongi satu medali perunggu dalam kejuaraan The 9th UPSI Internasional Pencak Silat Championship, yang diselenggarakan oleh Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, 20-25 Maret 2018. Dalam kejuaraan yang diikuti banyak atlet timnas, baik timnas Malaysia, Vietnam, dan timnas Filipina serta 44 kontingen lain dari Indonesia dan Malaysia. Delegasi UNAIR meraih medali perunggu itu di nomor Seni Beregu Puteri.

Dalam kejuaraan tersebut, UNAIR mendelegasikan tim dari tiga unit kegiatan mahasiswa (UKM) bidang beladiri, yakni UKM Tapak Suci, UKM Perisai Diri, dan UKM Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT). Secara keseluruhan, delegasi UNAIR mencapai 17 atlet.

Alhamdulillah, kami merasa bersyukur karena tidak pulang dengan tangan hampa. Kami masih dapat meraih medali, meskipun lawan kami merupakan atlet-atlet professional. Atlet timnas asal berbagai negara, yang menurut kualitas jauh di atas kami,” ujar Alfiansya Noval Siswanto, manajer delegasi.

Sebelum berangkat ke Malaysia, calon delegasi itu diadakan seleksi. Yaitu menyelenggarakan pertandingan di setiap kelas. Lalu, yang manjadi juara di setiap kelas itulah diputuskan menjadi delegasi UNAIR ke Malaysia.

“Persiapan untuk event ini tidak kurang dari satu bulan. Dengan waktu yang singkat kami benar-benar mengoptimalkan latihan, yaitu menambah porsi latihan tiap Senin sampai Kamis. Kami lebih banyak berlatih teknik daripada fisik,” ujar mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR itu.

Sebelum kejuaraan di Malaysia ini, tim Pencak Silat UNAIR beberapa kali meraih medali dalam berbagai kejuaraan. Salah satunya, menjadi tim terbaik ketika meraih 10 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu dalam kejuaraan internasional “Pakubumi Open IV 2018 Nasional Asia Eropa” di GOR Padjadjaran, Bandung, Januari 2018 lalu.

“Harapan ke depan, tim Pencak Silat UNAIR bisa berkontribusi lebih lagi dalam menyumbang medali untuk Universitas Airlangga. Dan, semoga kualitas tim Pencak Silat UNAIR dapat lebih meningkat agar dapat menjadi kebanggaan almamater dan menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkasnya. (PIH UNAIR)