15 Oktober 2015-Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir membukaKonferensi E-Indonesia Initiatives (eii) XI dan Smart Indonesia Initiatives (SII) Forum bertajuk Inovasi TIK untuk Indonesia Cerdas di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB).

Konferensi Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK) ini merupakan ajang para ahli dan pemangku kepentingan untuk bertukar pikiran dalam penelitian, pengembangan, kebijakan dalam menciptakan Indonesia yang cerdas. “TIK harus mencerdaskan bangsa,” ujar Menteri Nasir. Menristekdikti berharap konferensi ini mampu membuahkan rekomendasi berarti terkait upaya pembangunan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Senada dengan Menteri Nasir, Rektor ITB Kadarsah Suryadi berharap konferensi ini dapat berkontribusi dalam pengembangan TIK Indonesia dan dunia global. Pengembangan ekosistem Indonesia cerdas sesuai dengan amanah pembukaan UUD ’45, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Konsep TIK yang kini popular adalah smart city atau kota cerdas. Konsep ini perwujudan kecerdasan dalam pengelolaan lingkungan, keamanan, pemerintahan perkotaan dan dunia usaha. Kota yang cerdas membantu masyarakat dalam pengelolaan sumber daya secara lebih efektif dan efisien.

Konferensi ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan TIK dalam pembangunan Indonesia yang cerdas. Para pemangku kepentingan bertukar pengalaman dan pemikiran baru terkait penerapan TIK yang sesuai dengan karakteristik bangsa.

“Konferensi ini menjadi jembatan komunikasi para pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan, menerapkan dan menggunakan teknologi. Selain itu memfasilitasi sosialisasi program kebijakan TIK nasional,” ujar Ketua eii Forum Suhono Harso Supangkat. Suhono mengungkapkan TIK merupakan salah satu faktor pendongkrak daya saing bangsa.

Ajang yang berlangsung hingga 16 Oktober 2015 ini dihadiri sejumlah menteri, walikota dan pakar teknologi informasi antara lain Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Pada kesempatan yang sama, digelar pula pameran berbagai sistem pendukung implementasi kota cerdas. (dh/bkkpristekdikti)