Terobosan penelitian stem cell (sel punca) membuka harapan bagi penderita  defisiensi imun.

Hal itu disampaikan  peneliti Institut für Transfusionsmedizin Medizinische Hochschule Hannover Germany, Prof. Dr. med. Stephan Immenschuh saat mengisi kuliah tamu di Fakultas Biologi UGM baru-baru ini.

Immenschuh mengatakan terapi Hematopoietic Stem Cells Transplantation (HSCT) dapat digunakan untuk perawatan defisiensi imun pada bayi baru lahir. Teknologi HSCT merupakan prosedur infus sel punca hematopoetic untuk membangun kembali fungsi gematopoetic pada pasien dengan gangguan atau kerusakan sumsum tulang atau sistem imun.

“Caranya dengan memanen hemapoietic stem cells (HSC) dari sumsum tulang,” jelasnya.

Dalam kuliah tamu yang mengangkat tema Peran Stem Cell dalam Riset dan Klinik ini, Immenschuh menjelaskan bahwa aplikasi dasar dari stem cell adalah melakukan transplantasi HSC pada pasien dengan indikasi kelainan hematologik. Beberapa diantaranya seperti leukimia myeloic akut, leukimia limfatik akut, malignan limfoma dan multiple myeloma.

“Jadi selain untuk menangani penyakit kelainan hematologik, terapi stem cell juga bisa digunakan untuk perawatan defisiensi imun,” tuturnya.

Immenschuh memberikan contoh lain kemajuan dalam teknologi stem cell untuk menangani penyakit defisiensi imun herediter seperti Wiskott-Aldrich Syndrome. Selain itu  pemrograman ulang sel dewasa menjadi stem cell pluripoten yang melibatkan induced ploripotent stem cells (iPSCs).

Melihat besarnya potensi stem cell dalam bidang klinik, Immenschuh menegaskan perlunya riset berkelanjutan mengenai stem cell. Dengan begitu hasilnya bisa semakin mudah diakses oleh pasien yang membutuhkan.

“Bukan tidak mungkin stem cell dapat menjadi pengobatan yang umum untuk penyakit-penyakit yang berat seperti yang bersifat herediter, defisiensi imun, kelainan jantung, dan lainnya. Maka dari itu riset stem cell harus dilakukan secara kontinu,” pungkasnya. (Humas UGM/Ika)