Dengan diterbitkannya UU No. 11/2014 tentang Keinsinyuran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dipercaya sebagai salah satu Perguruan tinggi di Indonesia sebagai penyelenggara Program Profesi Insinyur.

Rabu (7/2) kemarin, Departemen Teknik Kimia FTI ITS menggelar Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional (LSIP). Kegiatan ini merupakan lokakarya pertama di tahun 2018. Kegiatan yang diadakan di Gedung Rektorat ITS Lt 1 ini bekerjasama dengan BKK PII Wilayah Jatim.

Acara ini diawali oleh sambutan Ketua Panitia, Ni Made Intan P.S., ST., MT. diikuti oleh Ketua Altekimits (Alumni Teknik Kimia ITS) Ir Ketut Rusnaya, MM, dilanjutkan oleh Lukmanul Hakim selaku Pengurus BKK PII Pusat dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr. Bambang Lelono. Dalam sambutannya, Dekan FTI Dr. Bambang Lelono berharap dengan adanya LSIP ini akan banyak tenaga pengajar (dosen) yang bisa segera mendapatkan IPM. “Bahkan, itu juga untuk menyambut dibukanya Program Profesi Insinyur ITS yang sudah dimulai sejak Agustus 2017”, jelas Bambang.

Menurut Dr. Bambang Lelono, Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI) sebagai konsekuensi dari amanat UU NO 11/2014 guna mempercepat terciptanya tenaga insinyur Indonesia yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki etika profesi serta kualifikasi sesuai standar sertifikasi.

Dalam pelatihan LSIP ini, peserta yang ikut sebanyak 47 orang. Secara rinci, 23 orang berasal dari dosen–dosen Departemen Teknik Kimia FTI ITS dan selebihnya berasal dari kalangan industri antara lain PT Petrokimia Gresik, PT. Semen Indonesia, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, PT Barata Indonesia dan PT Perkebunan Nusantara X. Materi diawali dengan penjelasan UU NO 11/2014 tentang Keinsinyuran, organisasi PII dan kode etik serta sistem sertifikasi IP yang disampaikan oleh Ir. Achmadi Partowijoto, IPU.

Di sesi kedua, materi disampaikan oleh Ir. Ngadiyanto, meliputi PKB (Pengembangan Keprofesionalan Berkesinambungan) & Bakuan Kompetensi, Petunjuk dan bimbingan pengisian FAIP (Form Aplikasi Insyinyur Profesional).

Menurut Setiyo Gunawan, Ph.D selaku Koordinator BKK PII Jawa Timur sekaligus Sekretaris Departemen Teknik Kimia ITS, kedepan BKK PII Jatim berencana akan mengadakan acara training safety management, LSIP dan sejenisnya. “Ke depan, kami akan selalu berusaha memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi civitas akademika ITS, khususnya di departemen yang kami kelola”, ungkapnya. (Humas ITS)