Siaran Pers
No. : 126/SP/HM/BKKP/VII/2018

 

Bandung, 31 Juli 2018

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim) dan Perguruan Tinggi di Jawa Barat melaksanakan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Citarum Harum berupa Gebyar Edukasi 3R (Reuse, Recycle, Reduce) Tematik. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah GET Citarum Harum, yang juga memiliki arti mendapatkan kembali sungai citarum yang bersih, yang merupakan tujuan bersama.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan dengan kerjasama berbagai elemen bangsa tidak perlu menunggu 7 tahun untuk mengembalikan sungai citarum menjadi bersih. Menteri Nasir menargetkan dalam kurun waktu 2 tahun kita harus mampu menjadikan sungai citarum menjadi sungai terbersih di Indonesia, dan perguruan tinggi memiliki peran signifikan dalam upaya ini. Hal tersebut disampaikan pada sambutannya di acara Gebyar Edukasi 3R (Reuse, Recycle, Reduce) KKN Tematik Citarum Harum di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Desa Cilampeni, Kab. Bandung, Selasa (31/7).

“Dengan GET Citarum Harum, perguruan tinggi diharapkan mengambil peran yang penting untuk mendukung percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai citarum,” ujar Menteri Nasir.

Menristekdikti mengingatkan mahasiswa dan akademisi selain melakukan pendampingan masyarakat melalui KKN Tematik, mengembangkan riset, inovasi, kurikulum, dan teknologi yang punya dampak besar untuk mengubah Sungai Citarum menjadi baik, sekaligus diharapkan dapat menginspirasi masyarakat sekitar DAS Citarum agar berbudaya hidup bersih, sehat, rapi, dan indah.

Kemenristekdikti telah menyerahkan bantuan 2 unit insinerator dan bibit pohon kopi hasil kultur jaringan sebagai bentuk kontribusi dan partisipasi aktif dalam program reboisasi sekaligus memberikan manfaat keekonomian bagi masyarakat setempat.

2 unit insinerator tersebut didedikasikan untuk menguraikan sampah disektor 8. Kedepan Kemenristekdikti bersama-sama dengan industri dan masyarakat akan mengupayakan untuk memfasilitasi ketersediaan insinerator di beberapa sektor lainnya.

Sementara itu, Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin mengatakan peran aktif masyarakat sangatlah penting dalam mengembalikan Sungai Citarum menjadi yang terbersih.

“1 – 2 tahun kedepan akan ada prubahan drastis di Sungai Citarum karena penanganan Citarum melibatkan sejumlah Menteri juga, sehingga dapat bekerjasama mengembalikan Citarum menjadi sungai terbersih,” tutur Safri.

Pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Asep Kadarohman menyampaikan Gebyar Edukasi 3R KKN Tematik Citarum Harum merupakan implentasi dari Perpres No. 15 Tahun 2018 dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta mahasiswa dalam melakukan pemeliharaan terhadap sungai Citarum.

Acara ini dihadiri juga oleh Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, Direktur Jenderal Pembelajaran dan kemahasiswaan Intan Ahmad, Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Hadirin Suryanegara, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwadani, Kepala LLDIKTI Wilayah III dan IV, Bupati dan Wakil Bupati Bandung, serta civitas akademika lainnya.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti