Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 157/SP/HM/BKKP/IX/2018

 

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir telah kembali ke Indonesia usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Sebagai wujud rasa syukur Menristekdikti menggelar Tasyakuran di kediamannya, Komplek Widya Chandra, Jakarta (1/9).

Menteri Nasir mengungkapkan bahwa perjalanan haji setiap individu pasti memiliki kebahagiaan dan pengalaman masing-masing. Begitu pula dirinya, perjalanannya kali ini merupakan perjalanan yang luar biasa karena berjalan lancar tanpa kendala. Menteri Nasir ketika di Tanah Suci selalu mendoakan negara Indonesia agar semakin maju, damai dan sejahtera.

“Haji merupakan perjalanan spiritual saya, saya mendapatkan mendapatkan hikmah yang luar biasa. Saya mengintropeksi diri mengenai apa yang sudah saya lakukan, baik bagi diri pribadi maupun yang hal yang saya lakukan selama di Kementerian. Segala hal upaya saya di Kementerian adalah untuk bangsa Indonesia,” terangnya.

Setelah menyelesaikan rangkaian pelaksanaan Ibadah Haji dan sebelum kembali ke Tanah Air, Menteri Nasir juga menyempatkan diri berkunjung ke Sekolah Indonesia Jeddah untuk menyapa dan berdialog dengan mahasiswa, guru, pelajar dan masyarakat Indonesia di Jeddah (27/8). Dalam dialog tersebut Menteri Nasir mengingatkan Tenaga Kerja Indonesia akan pentingnya meningkatkan pendidikan dan keterampilan agar menjadi tenaga kerja yang berdaya saing tinggi dan mampu bersaing di era global.

Dalam acara Tasyakuran ini, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyampaikan Tausiyah tentang Ibadah Haji. Beliau mengatakan bahwa kemambruran haji seseorangan merupakan satu hal sulit, karena ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Namun, merawat kemabruran haji jauh lebih sulit daripada melaksanakan ibadah haji.

“Menjadi haji yang mabrur adalah perjuangan tersendiri, ada aturan-aturan yang harus diikuti selama ibadah haji, tidak bisa sebisa-bisa kita sendiri. Merawat kemabruran jauh lebih sulit lagi, jangan sampai kesempatan langka berhaji berakhir dengan hampa berkah” ucapnya.

Turut Hadir dalam acara tersebut Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, Kepala LPNK, serta pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenristekdikti.

 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti