Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kamis (21/04), Dharma Wanita Persatuan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia bidang pendidikan bersama dengan bidang ekonomi dan bidang sosial budaya menggelar sebuah seminar kesehatan yang bertema Perempuan dan Osteoporosis di Auditorium Gedung Dikti. Seminar ini diisi oleh Mohammad Rizal Chaidir dari Universitas Padjajaran, Bandung.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan sebagai wadah bertukar pikiran para perempuan khususnya keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Kemristekdikti akan bahaya osteoporosis (pengeroposan tulang).

Mohammad Rizal Chaidir menyayangkan kurangnya penjelasan mengenai bahaya osteoporosis melalui media. Padahal penderita osteoporosis cukup banyak dan masih dapat dicegah sejak dini. Melalui presentasinya ia menerangkan mengenai proses terjadi, cara pencegahan, serta pengobatan osteoporosis.

Rini Indraswari, selaku ketua panitia pada kegiatan tersebut, menuturkan bahwa hari Kartini merupakan suatu momen yang harus selalu disyukuri sebagai hari kebangkitan perempuan yang di pelopori oleh perjuangan Raden Ajeng Kartini, sosok perempuan yang tanpa pamrih memperjuangkan persamaan hak kemerdekaan perempuan melalui bidang pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan ini bukan hanya seremonial semata, melainkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peran perempuan demi kemajuan bangsa dan negara, yang akan berjalan seiringan tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan.

“Untuk itu, seminar ini kami adakan sebagai wadah untuk bertukar pikiran khususnya terkait kesehatan perempuan dan osteoporosis . Pada faktanya perempuan memiliki risiko yang lebih besar terserang osteoporosis. Karenanya kami berharap seminar ini dapat bermanfaat untuk kita semua,” tutur Ibu Rini pada kesempatan tersebut.

Seminar ini diharapkan dapat membawa manfaat yang signifikan bagi produktifitas kaum perempuan. Sehingga perempuan dapat memiliki raga yang sehat untuk mendukung aktualisasinya. (alv/bkkp)