DEPOK-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menjamin bahwa tidak akan ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Ia mengingatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jangan sampai menolak peserta dengan kemampuan terbatas tersebut.

“Mereka adalah bagian dari anak bangsa yang harus mendapatkan perlindungan. Mereka memiliki hak yang sama dengan orang normal.” ujar Menteri setelah menyambangi peserta penyandang disabilitas di kampus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (9/6).

Dikatakan Nasir, panitia lokal atau PTN penyelenggara harus menyediakan fasilitas untuk peserta disabilitas. Di samping itu, peserta harus didampingi pengawas yang bertugas membantu membacakan soal serta mengisi lembar jawaban. Serta harus ada saksi yang mengawasi agar tidak terjadi ketidakjujuran.

Rektor UI Muhammad Anis mengatakan dari 12 peserta disabilitas yang terdaftar. Ada tujuh peserta yang hadir mengikuti ujian, salah satunya adalah Ibnu Barisha, peserta dengan kemampuan terbatas yang duduk di kursi roda. Ia memilih program studi Sastra Inggris di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dengan keterbatasannya, ia tetap bersemangat mengikuti ujian agar dapat lolos ke PTN yang dituju. Saat disambangi Menristekdikti, Ibnu bertanya apakah dirinya bisa masuk ke PTN melalui jalur prestasi saja. Pasalnya, ia mengaku memiliki prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2014.

“Jalur prestasi sudah kita sampaikan di SNMPTN. Jalur prestasi, akademik dan non-akademik. Jika disana tak tersaring berarti ada jauh yang lebih baik. Kalau SBMPTN yang digunakan bukan jalur prestasi, melainkan tes. Bila jalur ini belum lolos, masih bisa usaha lagi di jalur mandiri.” jelas Nasir sambil tetap memberikan semangat kepada Ibnu.

Ujian tertulis SBMPTN 2015 serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia pada Selasa (9 Juni). Sedangkan ujian keterampilan dilaksanakan pada Rabu-Kamis (10-11 Juni) bagi mereka yang memilih program studi Ilmu Seni dan Keolahragaan. Sebanyak 693.185 peserta berjuang memperebutkan kursi di 74 PTN yang mereka pilih.