JAKARTA – Rapat Koordinasi dan Workshop Klaster Sistem Inovasi Berbasis Produk Unggulan Daerah di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, yang berlangsung dari tanggal 19 Sampai 21 November 2017. Acara diawali dengan pembukaan Rakor oleh Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Dr. Kamsol dilanjutkan dengan laporan pelaksanaan kegiatan Klaster Sistem Inovasi oleh DR. Ir. Ophirtus Sumule, DEA, Direktur Sistem Inovasi. Selain dihadiri oleh para koordinator Klaster Inovasi, acara Rakor dan Workshop Klaster Inovasi juga dihadiri oleh Ir. Kemal Prihatman, M.Eng., Direktorat Lembaga Litbang, Ditjen Kelembagaan, Lukito Hasta P, Direktur Kawasan Science Teknologi dan Lembaga Penunjang Lain, Ditjen Kelembagaan, Ir. Prakoso, M.M. Sekretaris Ditjen Risbang, Ir. Santoso Yudo Warsono, Mt., Direktur Inovasi Industri, Ir. Retno Sumekar, M. Sc, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi.

Hadir juga sebagai Team Inti, Narasumber dan Team Riviewier, Idwan Suhardi, Pakar Inovasi, Wisman Indra Angkasa, BPPT, Kristanto, Praktisi Inkubator Bisnis, Amy Yayuk Sri Rahayu, Pakar Kebijakan UI, dan Endang S. Sunaryo, Kepala Pusat Informasi Produsen Makanan dan Minuman.

Tujuan dari diadakannya Rakor dan Workshop ini adalah untuk memperkuat dan mempertajam Masterplan Model Pengembangan Klaster Sistem Inovasi berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD) agar dapat dipergunakan oleh Stakeholder Pusat dan Daerah secara kebijakan maupun bisnis.

Dalam sambutannya Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan bahwa, “Model Pengembangan Klaster Sistem Inovasi Berbasis PUD ini adalah upaya mendorong kolaborasi dan sinergi, peran, serta fungsi para aktor inovasi di daerah yang dikenal sebagai ABGC (Academic, Business, Government plus Community), dalam upaya mengembangkan produk unggulan daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

Ada 8 (delapan) penerima pendanaan Perumusan dan Pendampingan Klaster Sistem Inovasi Berbasis PUD, yaitu: ITB (Smartphone/Elektronika) diwakili 2 orang, Universitas Hasanuddin (Komoditas Garam) diwakili 3 orang, Universitas Hasanuddin (Komoditas Gula Merah) diwakili 5 orang, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (Minyak Atsiri/Nilam) diwakili 1 orang, Universitas Tompotika Banggai (Komoditas Padi) diwakili 2 orang, Universitas Negeri Semarang (Mobil Desa) diwakili 2 orang, Universitas Samratulangi Manado (Komoditas Kelapa) diwakili 5 orang, dan UKI Toraja (Komoditas Kopi) diwakili 7 orang. Peserta dan tamu undangan dalam acara ini berjumlah kurang lebih 100 orang.

Dengan adanya Klaster Sistem Inovasi Berbasis PUD ini diharapankan dapat mendorong sinergi pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar dan membentuk Model Pengembangan, Model Bisnis PUD dan Strategi Implementasi.

Kedepan, Model klaster sistem inovasi berbasis PUD ini dapat direplikasi untuk komoditas yang sama di  daerah lain karena pengembangan produknya dilengkapi rancangan model bisnis sesuai dengan analisis rantai nilai (value chain), rantai pasok (supply chain) dan adopsi teknologi dari hulu ke hilir. (Dit. Sisnov)