SIARAN PERS
Nomor : 90/SP/HM/BKKP/V/2018

 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Kelembagaan Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Tahun 2018. Kegiatan ini bertujuan mensinergikan lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) PUI untuk meningkatkan produktivitas litbang nasional.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo dalam arahannya menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara ekonomi menengah harus keluar dari middle income trap. Caranya yaitu dengan meningkatkan inovasinya.

“Kita sebenarnya memiliki potensi inovasi yang luar biasa namun permasalahannya masih sedikit yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Patdono di Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor, Selasa (15/5).

Untuk itu dalam menghadapi permasalahan yang ada dalam pengembangan suatu produk inovasi Patdono meminta PUI untuk saling berkolaborasi menyelesaikan permasalahan secara komprehensif.

Di samping itu Patdono menjelaskan bahwa kementerian memiliki peran besar dalam mendukung inovasi yang dikembangkan oleh PUI agar dapat dihilirisasikan ke industri.

“Peran kementerian antara lain melakukan pembinaan terhadap PUI, memfasilitasi inovasi yang dikembangkan PUI ke industri, dan melakukan promosi untuk menyampaikan apa yang sudah dikembangkan, mencarikan partner untuk pengembangan lebih lanjut atau penetrasi pasar di luar negeri,” katanya.

Patdono juga mengatakan PUI merupakan program yang sangat penting dalam rangka mendukung inovasi untuk mentransformasikan ekonomi Indonesia dari eficiency based ke innovation based. Ia berharap PUI bisa dikembangkan secara maksimum sehingga manfaatnya kepada masyarakat dirasakan lebih nyata.

“Semoga kedepan inovasi-inovasi yang ada di PUI juga semakin banyak. Keterlibatan industri semakin juga semakin bertambah,” pungkasnya.

Patdono menyebutkan saat ini ada 106 lembaga litbang di Indonesia yang tergabung dalam PUI, 48 diantaranya ditetapkan sebagai PUI Unggul. Predikat ini diberikan kepada PUI yang telah berhasil menjual paling tidak satu produk inovasi secara massal.

Untuk membantu memfasilitasi PUI menghilirisasikan produk inovasinya, Kemenristekdikti juga memfasilitasi melalui Indonesia Innovation Day (IID) 2018 yang akan digelar di Jepang pada 16-17 Oktober 2018. IID merupakan wahana memperkenalkan produk inovatif unggulan PUI di kalangan institusi riset-inovasi berbagai negara, memperluas jaringan kerjasama internasional baik dalam pengembangan teknologi lanjutan, kerjasama sertifikasi produk untuk pangsa internasional, perluasan promosi dan pasar atas produk dan meningkatkan sinergi inovasi yang berkelanjutan antar lembaga PUI dengan pusat riset inovasi dan industri di berbagai negara.

Kemenristekdikti akan membawa 26 produk inovatif yang siap hilirisasi dan masuk pangsa pasar industri Jepang yang mencakup bidang : Pangan Pertanian; Energi; Kesehatan Obat; Sosial Budaya dan Humaniora; Telekomunikasi, Informasi dan Komunikasi; Material Maju; dan Kemaritiman.

 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
dan
Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti
Kemenristekdikti