BANDUNG, itb.ac.id – Sebagai institusi pendidikan yang terkemuka di Indonesia bahkan dunia, ITB tak henti-hentinya menjalin kerjasama dengan universitas-universitas kelas dunia lainnya. Kali ini, ITB berkesempatan menerima delegasi dari Australian National University (ANU) untuk berbagi pengetahuan dan riset terkini khususnya pada bidang astronomi. Tak mau menyia-nyiakan momen berharga tersebut, Program Studi Astronomi ITB menyelenggarakan Public Lecture pada Rabu (29/03/17). Bertempat di Gedung Center of Advanced Science (CAS) lantai 1, kedua pembicara dari ANU yang merupakan ahli astronomi terkemuka menyampaikan kuliahnya dengan mengangkat tema “Integral Field Spectroscopy of Galaxies, From the AAT to GMT.”

Dalam kuliah tersebut, Prof. Matthew Colless yang merupakan Director of Research School of Astronomy & Astrophysics Australian National University Canberra, menyampaikan riset pengamatan dan temuannya dalam bidang astronomi dengan teknik integral field spectroscopy. Dengan bantuan Anglo Australian Telescope (AAT) atau teleskop lain, teknik tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan data secara detail mengenai struktur, kecepatan rotasi, dan formasi bintang dalam suatu galaksi. Selain itu, beliau juga memaparkan tentang Giant Magellan Telescope (GMT), sebuah teleskop raksasa dengan teknologi mutakhir yang memungkinkan hasil observasi lebih mendetail. Tak lupa, beliau pun mendorong ITB untuk menjadi garda terdepan dalam pengembangan observatorium baru di Indonesia. Menurutnya, keberadaan observatorium sangat penting bagi perkembangan dunia astronomi. Bosscha merupakan awal yang baik bagi Indonesia dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Adapun sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan oleh Prof. Geoff Bicknell mengenai penggunaan superkomputer untuk membantu pengamatan spektrum radio luar angkasa dengan teleskop.

“Menjadi suatu kebanggaan bagi kami bekerjasama dengan ITB, saya harap Indonesia dapat mengembangkan observatorium nasional (GMT) dengan inisiasi dari ITB. Dengan senang hati kami akan membantu dan mengirimkan tim agar Indonesia dapat menjadi salah satu pusat perkembangan astronomi di dunia,” tutup Prof. Colless.

Hanafi Kusumayudha

FTI 2016

ITB Journalist Apprentice 2017