LAMPUNG – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan, tantangan kedepan adalah menghadapi era baru yang dinamakan Revolusi Industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat dimana internet dan teknologi digital menjadi masif.

“Tantangan kita kedepan harus mampu menguasai bidang Intelligence dan Bioteknologi. Kita juga harus bisa menguasai hal-hal yang bersifat fisikal, dan saya kira itu bisa dikejar dengan percepatan pembangunan seperti di kampus ITERA ini,” ujar Jokowi saat melakukan kunjungan di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung, Minggu (21/1).

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa menuju revolusi industri 4.0 ini, semuanya yang dibutuhkan harus dilakukan secara cepat dalam mengejar ketertinggalan.

“Yang paling penting satu saja, nantinya kita bisa ikut mengejar terutama dalam rangka menyongsong revolusi industri 4.0 yang sekarang ini semuanya membutuhkan seperti Engineer dan yang lainnya dalam bidang tertentu. Saya lihat disini (ITERA) fakultasnya juga sudah kearah sana,” katanya.

Selain itu menurut Presiden, sejauh ini kampus ITERA yang memiliki luas sekitar 275 hektare telah mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat seperti gedung dan embung atau tempat penampungan air hujan, yang ditujukan untuk irigasi dan air bersih, serta gedung lainnya.

“Kampus ITERA telah memiliki 7 (tujuh) embung yang dibantu dari Kementerian PUPR, 3 (tiga) gedung dari Kemenristekdikti, dan 1 (satu) gedung dari Kementerian BUMN. Tahun ini juga kita ingin menambahkan 2 gedung asrama agar ada percepatan pembangunan kampus ITERA,” ucap Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melakukan Kuliah Umum di Kampus ITERA. Dalam kuliahnya, Menteri Nasir memaparkan era disruptif yang terjadi saat ini akan mempengaruhi pada bidang Iptek dan pendidikan tinggi.

“Kuliah tidak lagi dikelas, kita bisa kuliah sejak bangun tidur, buka laptop, langsung kita hubugkan dengan internet, bisa langsung kuliah. Bahan ajar juga sudah masuk kedalam big data, dan semua itu pasti akan berkembang,” papar Nasir.

Menanggapi arahan Presiden Jokowi, Nasir mengatakan sudah melaksanakan persiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0, bahkan menurutnya hal tersebut dibahas khusus pada Rakernas Kemenristekdikti beberapa hari yang lalu.

Dalam sambutannya, Rektor ITERA Oviar Zainudin Tamin, menjelaskan sudah memiliki masterplan pembangunan kampus ITERA yang baru berusia sekitar 3 tahun di masa yang akan datang untuk bergerak lebih cepat.

 

“IPB menjadi seperti sekarang dengan melalui proses 100 tahun lamanya, tetapi ITERA, akan bisa mengejarnya dengan waktu 25 tahun, sanggup? Kita sanggup, dengan bergerak cepat, kerja cepat, dan berlari cepat, kita pasti bisa,” ujarnya disambut sorak-sorai civitas akademika ITERA yang hadir.

Hadir juga dalam acara ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (ard/adr)

Galeri