Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) VIII tahun 2017 dibuka 23 November 2017, bertempat di Politeknik Negeri Pontianak. Even bergengsi nasional tersebut diikuti 97 perguruan tinggi se-Indonesia, sesuai hasil saringan Dirjen Belmawa, Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi.

 

“Expo ini sebagai panggung menampilkan kreativitas wirausaha mahasiswa Indonesia. Juga sebagai forum bagi pengusaha muda perguruan tinggi untuk membangun kerja sama dan jaringan dengan berbagai pengusaha lain se-Indonesia,” jelas Ir HM Toasin Asha MSi, Direktur Polnep. Lebih lanjut diutarakannya bahwa rasa bangga dan terima kasih disampaikan Toasin atas kepercayaan yang diberikan Kemenristek Dikti kepada Polnep sebagai tuan rumah even nasional. Apalagi even tersebut mengusung tema ‘keberagaman Indonesia sebagai kekuatan kewirausahaan mahasiswa dalam ekonomi global’ atau ‘power and harmony in diversity’.

 

 “Even bergengsi ini akan menunjukkan hasil kewirausahaan mahasiswa seluruh Indonesia. Kegiatan ini terbuka untuk umum, harapan kami masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak dan sekitarnya ikut datang. Mulai besok 23 sampai 25 November,” katanya.

 

Expo KMI juga dirangkaikan kegiatan lain, seperti Talkshow Kewirausahaan; Lomba KMI Award meliputi wirausaha terbaik dan stan terbaik; Sarasehan forum pimpinan perguruan tinggi (rektor dan direktur); Sarasehan forum bakorma – pengelola program kewirausahaan mahasiswa Indonesia; Pameran dan bazaar kewirausahaan, serta produk unggulan. Para peserta juga akan kami ajak menikmati Kota Khatulistiwa, mengunjungi Tugu Khatulistiwa, Sungai Kapuas, dan lain-lain. Kami berterimakasih kepada bapak Wali Kota Pontianak yang memberikan jamuan makan malam pada mahasiswa peserta di rumah jabatan beliau, besok malam (hari ini, 23/11). Bapak Gubernur Kalbar juga kami harapkan dapat memberikan sambutan pada pembukaan,” ujarnya.

 

Sebagai salah satu peserta pameran, Polnep akan menampilkan berbagai karya dan produk unggulan mahasiswa dari jurusan yang ada. “Saya lihat persiapan panitia sudah matang. Dalam pembukaan pun nanti kami tunjukkan keberagaman multi etnis di Kalbar. Harapan kami dalam momen pembukaan ini, keberagaman memperkuat kita,” katanya.

 

Sementara itu, terkait perkembangan Polnep, Toasin menyampaikan, perguruan tinggi vokasi yang dipimpinnya terus bergerak. “Kami tidak akan berhenti melakukan terobosan dan inovasi baru dalam seluruh aspek. Karya kita harus selalu unggul agar bisa punya daya saing,” ujarnya.

 

Menurutnya, jaman terus berkembang, dengan kaitan kewirausahaan, muncul inovasi distrubtif, yaitu inovasi yang dibuat dan mengganggu inovasi sebelumnya yang sudah ada.

 

“Karenanya, saya selalu minta seluruh staf pengajar dalam mengajari mahasiswa kami bukan jaman sekarang, tetapi memberi bayangan melampaui jamannya. Jika kita tidak membuat inovasi, sistem pembelajaran bisa tertinggal,” pungkasnya.

(Erwandi –Pranata Humas Muda)