Direktur : “kepemimpinan sebenarnya bukanlah “tujuan” tetapi sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama”

Pemilihan organisasi di lingkungan mahasiswa jangan dijadikan lawan, tetapi jadikan teman bertanding, ujar Pudir III saat mengawali sambutannya pada acara pemilihan Ketua MPM, BEM dan HMJ dilingkungan Organisasi Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa. Menang atau kalah juga sama teman, siapapun yang terpilih harus didukung penuh seluruh komponen mahasiswa untuk kemajuan organisasi mahasiswa. Pembantu Direktur III meminta kepada seluruh mahasiswa untuk menjaga proses pemilu raya karena ini merupakan salah satu proses pembelajaran mahasiswa dalam berorganisasi.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Pontianak mengungkapkan bahwa pemilu raya dalam rangka pemilihan MPM, BEM dan HMJ merupakan keberlanjutan organisasi kemahasiswaan dilingkungan Politeknik Negeri Pontianak. Tetapi yang harus kita ketahui bersama, pada level manapun dalam suatu kepemimpinan sebenarnya bukanlah “tujuan” tetapi sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin baru bisa disebut pemimpin jika ada pengikutnya. Antara pemimpin dengan yang dipimpin dalam suatu organisasi sebenarnya adalah saling sangat membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, jika sekarang ada adu gagasan tidak lain adalah berlomba-lomba dalam mencari kebaikan. Direktur mengingatkan kepada para mahasiswa yang mengikuti pemilihan, hindari debat saling menjatuhkan, saling memojokkan, hindari perdebatan yang menyangkut sara, hindari debat yang mengarah hal-hal atau predikat-predikat yang tidak penting. Dalam dunia akademik seperti di kampus ini itulah perdebatan yang ilmiah, yang objektif dan rasional, ujar Direktur.

Lebih lanjut dikatakannya, kapasitas seseorang calon pemimpin dilihat dari kemampuan eksploitasi gagasan yang dia punya. Saya berharap siapapun yang menjadi pemimpin dalam organisasi kemahasiswaan di Politeknik Negeri Pontianak bersifat realistis saja, ujarnya. Organisasi kemahasiswaan di Politeknik Negeri Pontianak sedikit berbeda dengan organisasi kamahasiswaan di Universitas. Ruang gerak di Universitas lebih leluasa dibandingkan di Politeknik Negeri Pontianak karena sistem pembelajarannya sistem kelas dan waktu tertentu, sehingga otomatis waktu untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler relatif terbatas. Sehingga kegiatan yang bisa dilakukan hanya pada hari Sabtu dan Minggu dan diluar proses pembelajaran.

Saya berharap kepada para mahasiswa terutama yang nanti menjadi pemimpin organisasi kemahasiswaan ikut menjaga kebersihan kampus, karena kampus ini (Polnep) sudah dicanangkan menjadi “BERIMAN”  yaitu kampus indah, nyaman dan aman, ujar Direktur. Secara pelan-pelan kita terus membenahi kampus sehingga siapapun yang masuk ke Politeknik Negeri Pontianak merasa nyaman dan aman. Oleh karena itu, saya minta kepada mahasiswa yang melakukan kegiatan untuk senantiasa menjaga kebersihan kampus. Selesai kegiatan harus dibersihkan dan dirapikan, sehingga kampus ini semakin nyaman dipandang. Hampir setiap pagi saya selalu cek kebersihan lingkungan kampus, makanya jika ditemukan masih ada tumpukan sampah atau lainnya yang menggantu pemandangan, saya langsung tegur.  Direktur juga meminta kepada pimpinan organisasi mahasiswa untuk saliang mengingatkan menjaga kebersihan kampus. Hari ini debat calon pimpinan organisasi mahasiswa dan saya berharap debat dijadikan kawan berdiskusi sesama teman. Siapapun nantinya terpilih mari kita dukung penuh dalam rangka memajukan organisasi kemahasiswaan di Polnep, ujar Direktur mengakhiri sambutannya. Kegiatan pemilihan organisasi kemahasiswaan dilaksanakan di selasar,Rabu 07 Maret 2018 yang diawali debat antar calon. (Erwandi – Pranata Humas Muda)