Guna menunjang pembelajaran khususnya bidang pasar modal di kalangan mahasiswa, Politeknik Negeri Semarang (Polines), PT Bursa Efek Indonesia dan PT Phintraco Sekuritas sepakat melakukan kerjasama dalam bentuk pendirian galeri investasi di kampus Polines.

Acara ditandai dengan pengguntingan pita sebagai pembukaan secara resmi Galeri Investasi yang dilakukan oleh Ir. Supriyadi, MT (Direktur Polines), Dedy Priyadi (Kepala Pengembangan Wilayah Area I-PT. Bursa Efek Indonesia), Jeffrey Hendrik (Direktur PT Phintraco Sekuritas)  di kampus Polines, Tembalang, Selasa (28/2). Turut hadir dalam acara ini, Rusly Albas,Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jajaran pimpinan Polines, dosen dan mahasiswa. Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman 3 lembaga dan dilanjutkan dengan seminar tentang pasar modal.

Direktur Polines, Ir. Supriyadi, MT menyambut baik kehadiran galeri investasi di kampus Polines. “Kehadirannya dapat membantu mahasiswa belajar tentang pasar modal secara nyata,”ujarnya. Selain itu galeri investasi ini juga sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat tentang investasi saham.

Jeffrey Hendrik (Direktur PT Phintraco Sekuritas) mengatakan galeri investasi ini menampilkan informasi secara real time. “Informasi yang dilihat sama dengan yang dilihat investor di Jakarta maupun Singapura,”jelasnya. Di galeri ini mahasiswa dapat belajar tentang pasar modal melalui “Profits Simulator”. Melalui simulator di galeri ini sebagai sarana berlatih mahasiswa dalam hal intuisi dan analisa perdagangan saham sebelum ke real trading.

Sedangkan Dedy Priyadi (Kepala Pengembangan Wilayah Area I, PT. Bursa Efek Indonesia) dalam sambutannya mengatakan, galeri investasi yang hadir di Polines adalah galeri ke 246. Ia menuturkan, bila dilihat dari bisnis pasar modal yang paling krusial adalah informasi. Karena informasi adalah basis dalam mengambil keputusan bagi para investor. “Manfaat yang dapat kita ambil dari galeri investasi adalah pemenuhan sumber daya manusia. Dan yang kedua adalah terkait pengenalan investasi dipasar modal,” ungkapnya.

Rusly Albas selaku Deputi Direktur OJK, berharap kehadiran galeri investasi kian mengedukasi masyarakat tentang investasi saham. OJK, jelasnya, memiliki visi-misi mengatur, mengawasi dan melindungi industri keuangan agar tetap sehat. Sehingga masyarakat terhindar dari investasi bodong. “Sehingga sebagai contoh kasus investasi Dimas Kanjeng tidak terulang dikemudian hari,” pungkasnya.