(Jakarta, 22/12/2017), Pilot PlantPemisahan Uranium, Torium, dan Logam Tanah Jarang dari Monasit  dilaunching oleh BATAN di Kawasan Nuklir, Pasar Jumat – Jakarta Selatan, Rabu (20/12). PLUTHO adalah sebuah pilot plant yang didirikan dan didesain oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), penguasaan teknologi pemisahan uranium, torium dan logam tanah jarang (LTJ) dari monasit yang merupakan hasil samping dari penambangan timah. Penguasaan ini bukan hanya pada teknologi proses pemisahannya, tetapi juga dalam mendesain dan membangun pilot plant. Pilot Plant tersebut diberi nama Pilot Plant Pemisahan Uranium, Torium, dan Logam Tanah Jarang dari Monasit (PLUTHO).

Pembangunan Pilot Plant ini merupakan salah satu tahap proses menuju industrialisasi LTJ di Indonesia. Saat ini pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan LTJ dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Kepala PTBGN, Yarianto Sugeng Budi Susilo menjelaskan bahwa fungsi PLUTHO adalah sebagai sarana penelitian dan pengembangan untuk penguasaan teknologi proses LTJ. “Laboratorium PLUTHO ke depan dapat dimanfaatkan sebagai penyedia logam tanah jarang hidroksida untuk penelitian dan industrialisasi LTJ di Indonesia,” ujar Yarianto.

Kandungan LTJ di Indonesia cukup melimpah sehingga memiliki potensi sebagai salah satu pemasok LTJ di dunia yang saat ini masih didominasi oleh China. Karakteristik material yang istimewa menjadikan LTJ sangat diminati industri, terutama industri maju dan strategis seperti industri elektronik, otomotif, perminyakan, kedirgantaraan, dan pertahanan.

Trenggono Sutiarso, Direktur Niaga dan Pengembangan Usaha PT. Timah, menyambut baik dengan adanya launching produk Pilot Plant Pemisahan Uranium, Torium, dan Logam Tanah Jarang dari Monasit oleh BATAN, “dengan adanya PLUTHO ini untuk mencapai skala industri sudah semakin dekat”. karena PT. Timah sangat berkepentingan dalam industri mengembangkan mineral monasit sebagai produk penambangan PT Timah. Saat ini produk monasit PT Timah disimpan untuk nantinya kedepan harus kita manfaatkan secara ekonomis, maupun juga untuk mendukung kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan logam tanah jarang.

BATAN dan PT Timah sama-sama memiliki manfaat dari Pilot Plant Pemisahan Uranium, Torium, dan Logam Tanah Jarang dari Monasit ini, jika BATAN membutuhkan uranium dari dalam monasit ini, PT Timah membutuhkan unsur lainnya yang terkandung dalam logam tanah jarang.

Kapasitas produksi PLUTHO saat ini sebesar 50 kg monasit per batch. Sampai dengan bulan Desember 2017 telah diperoleh produk LTJ hidroksida sampai batch 12 sebesar 10 – 15 kg LTJ hidroksida. Kualitas LTJ yang dihasilkan semakin baik dan mendekati kualitas produk hasil skala laboratorium yaitu kadar uranium dan torium di bawah 50 ppm dan kadar LTJ hidroksida lebih dari 80%. Sebagian produk LTJ hidroksida dari Pilot Plant PLUTHO ini telah dikirim ke Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) – BATAN, Yogyakarta untuk diolah lebih lanjut menjadi Cerium oksida, Lantanum oksida dan Neodimium hidroksida serta ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang Tekmira), Kementerian ESDM, Bandung untuk diolah menjadi Gadolinium oksida. Selanjutnya LTJ oksida diolah menjadi LTJ individu, paduan LTJ dan diaplikasikan sebagai bahan magnet, cat antiradar dan contrast agent.Secara komersial logam tanah jarang dan paduannya banyak digunakan pada perangkat elektronik seperti memori komputer, DVD, ponsel, catalytic converter, magnet, lampu neon, dan baterai isi ulang. Banyak baterai isi ulang yang dibuat dengan senyawa logam tanah jarang. Permintaan baterai ini didorong oleh kebutuhan untuk pembuatan perangkat elektronik portabel seperti komputer portabel dan kamera. Sejumlah senyawa tanah jarang juga diperlukan sebagai sumber daya pada setiap kendaraan listrik dan kendaraan listrik hibrida.Yarianto berharap Laboratorium PLTHO dapat menjadi cikal bakal industri berbahan baku LTJ. “Selain sebagai cikal bakal dan pendorong kemandirian industri berbahan baku LTJ, PLUTHO juga sebagai pengemban pemrosesan uranium dan torium dari monasit,” harapnya. (wina)

sumber: http://www.batan.go.id/index.php/id/kedeputian/teknologi-energi-nuklir/bahan-galian-nuklir/3966-plutho-dukung-rintis-industri-logam-tanah-jarang