Mahtuf Ikhsan, Mahasiswa Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mengharumkan nama Indonesia dalam ajang konferensi internasional. Ia berhasil meraih Best Paper dalam The 5th International Conference on Education, Law, Business, and Interdiciplinary Research (ELBIS)  di Kuala Lumpur Malaysia (21-22/11).

ELBIS merupakan konferensi tingkat dunia yang rutin tiap tahun diadakan oleh Emirates Research Publishing. Diikuti peserta dari Spanyol, Denmark, Yordania, Arab Saudi, Yaman, Pakistan, India, Malaysia, Afrika, Singapura, dan Indonesia.

Mahtuf merupakan peserta termuda. Rata-rata pesertanya adalah program master, professor, dan associate professor.

Makalah yang ditulis Mahtuf berjudul “The Role of Institution Aspect to Create Community Forest Sustainability in Bogor Regency Indonesia”. Dibawah bimbingan Dr.Ir Yulius Hero, M.Sc. mahtuf memaparkan pengelolaan hutan rakyat yang ada di Bogor. Ia ingin mengintegrasikan proses produksi dengan industri.

“Jadi produksi dari hutan rakyat bisa langsung terhubung dengan industri, sehingga link-link mengenai fasilitasi dan pendanaan bisa berinteraksi antara hutan rakyat dengan industri itu sendiri.” tandasnya.

Ia membandingkan pengelolaan hutan rakyat di Rumpin dan Leuwiliang. Dari situlah Ia mengetahui pengelolaan hutan di Leuwiliang lebih bagus karena dananya bersumber dari koperasi sehingga lebih teratur, sedangkan dana yang di Rumpin berasal dari dana pribadi.

“Metode yang saya gunakan yaitu wawancara secara mendalam. Dengan menggunakan tiga analisis yaitu analisis stakeholder behavior, analisis transaction cost (biaya transaksi), analisis kelestarian hutan,” tuturnya

Hasil yang Ia diperoleh dapat menjadi rekomendasi kebijakan untuk pemerintah khususnya pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) dalam mengatur peta strategis dalam rencana pengelolaan perhutanan sosial ke depannya dan lebih mempertimbangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

“Harapan dari masyarakat adanya fasilitasi bantuan dana, pendampingan, bagaimana membentuk koperasi yang baik dan fasilitasi dari segi pemeliharaan hutan (Teknik Silvikultur) agar dapat meningkatkan produktivitas dari hutan rakyat. (RJ/Zul)