SURABAYA – Senin (27/3) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) menyerahkan sertifikat dosen kepada Dosen Pendidik Klinis RSUD Dr. Soetomo. Penyerahan yang berlangsung di Gedung Bedah Diagnostik Terpadu RSUD Dr Soetomo turut dihadiiri oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Ali Gufron Mukti, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Saiful Islam, Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih, dan Direktur Rumah Sakit Dr. Soetomo Harsono.

Penyerahan sertifikan pendidik tersebut merupakan salah satu upaya Kemenristekdikti dalam memperkuat sinergi antara RS dengan Pendidikan Tinggi, yang kali ini merupakan antara RSUD Dr. Soetomo dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Untuk menjawab tantangan jumlah kebutuhan dosen, Kemenristekdikti telah membuat terobosan dengan memberikan kesempatan kalangan profesional menjadi dosen perguruan tinggi dengan diberikan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK),” tutur Menteri Nasir.

Gubernur Soekarwo sangat mengapresiasi Kemenristekdikti atas pemberian NIDK, sertifikasi dosen, dan guru besar bagi dosen pendidik klinis RS dr. Soetomo. “Ini merupakan sumbangan yang sangat penting bagi pembangunan pendidikan dan kesehatan di Jawa Timur,” ujar Soekarwo. Pada kesempatan yang sama Gubernur Soekarwo atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan dana riset dan penghargaan publikasi riset kepada dosen pendidik klinis RS Dr. Soetomo.

Direktur RS Dr. Soetomo Harsono dalam laporan penyelenggaraan acara menyebutkan bahwa sebanyak 216 dari 222 dokter klinis di RS dr Soetomo mendapatkan NIDK. Lebih lanjut Harsono menyampaikan bahwa 19 orang dosen tersebut telah lulus sertifikasi dosen dan satu orang mendapatkan gelar guru Besar. Harsono berharap ke depan, akan lebih banyak dosen NIDK yang mendapatkan sertifikasi dosen dan gelar guru besar.

“Saya harapkan acara hari ini dapat lebih meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan, dan riset di bidang kedokteran,” tutup Menteri Nasir dengan antusias.