Gorontalo-“Saya tantang UNG (Universitas Negeri Gorontalo-red) mendapatkan akreditasi A dua tahun mendatang,” tantang Menristekdikti Mohamad Nasir saat memberikan sambutan pada acara peresmian 3 gedung baru UNG, gedung rektorat, training center (TC) Damhil serta masjid kampus, Jumat (1/4). Menteri Nasir terus berupaya mendorong pemerataan kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya di Jawa, ia berharap perguruan tinggi terbaik dapat tumbuh dan berkembang di luar Jawa.

Nasir pun berpesan, “Mudah-mudahan semua aset yang disumbangkan dimanfaatkan dengan baik oleh civitas akademika UNG. Tidak hanya gedungnya saja yang bagus, tapi mutu kualitas juga harus ditingkatkan terus”.

Ia pun menuturkan bahwa UNG dapat meningkatkan sumber daya demi kemajuan Gorontalo. Kemitraan dengan pihak luar pun perlu dikembangan terus. Seperti yang sudah dilakukan UNG dengan Pertamina dimana Pertamina telah memberikan dukungannya terhadap kegiatan kemahasiswaan, akademik maupun pengembangan infrastruktur di UNG. Menurutnya, kerjasama tersebut harus dikembangkan dalam hal pengembangan riset ke dunia industri.

Inovasi E-Bentor dan Sikat Sampah

Sebelum meresmikan 3 gedung UNG, pagi harinya Menristekdikti menyempatkan diri melihat hasil inovasi dari UNG yaitu e-bentor dan sikat sampah. E-bentor (becak motor online) merupakan salah satu solusi transportasi online untuk penataan transportasi di Gorontalo. Inovasi ini mengharuskan pengguna dan penyedia jasa bentor menggunakan aplikasi dari smartphone. Melalui aplikasi tersebut, warga Gorontalo dengan mudah dapat memesan bentor, dan setelah mendapatkan notifikasi sopir bentor akan menjemput dan mengantar warga ke tempat tujuan.

Sementara sikat sampah adalah sistem pengelolaan sampah secara online dengan menggunakan aplikasi yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Cara kerjanya, masyarakat melakukan registrasi ke aplikasi kemudian mengisi formulir laporan titik sampah yang masih belum diangkut beserta gambarnya. Badan Lingkungan Hidup akan menerima notifikasi titik sampah berdasarkan laporan warga dan mengirim mobil sampah untuk menjemput sampah di lokasi titik sampah, kemudian diteruskan ke TPA.

Walikota Gorontalo Marten Taha mengatakan selama 5 tahun terakhir Pemerintah Kota menggandeng UNG untuk memberikan saran dalam pelaksanaan tata kota.

“Inovasi dari UNG membantu mengatasi masalah transportasi dan sampah di Kota Gorontalo,” ujar Marten. Sambung Marten, kedua inovasi yang diciptakan UNG ini untuk mendukung program smart city Kota Gorontalo. (sh/bkkp)

Galeri