Jawa Timur, 22/1 — Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Walikota Batu lakukan penanaman umbi kentang hasil perbanyakan secara ex vitro di lahan budidaya kentang Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Usai penanaman, Kepala BPPT Unggul Priyanto menegaskan bahwa tantangan budidaya kentang tidak ringan, diantaranya  ketersediaan benih kentang berkualitas yang masih terbatas.

“Menjawab tantangan tersebut, kentang ex vitro ini telah menunjukkan hasil positif. Yaitu telah terbangun sarana produksi benih kentang ex vitro kapasitas 100 ribu benih/tahun, dan dengan dukungan Dinas Pertanian Kota batu telah dilakukan uji coba penanaman benih kentang ex vitro dengan hasil yang menggembirakan (sekitar 35 ton/Ha),” paparnya kepada Gabungan Kelompok Petani Sumber jaya.

Kepada pemerintah kota dan petani kentang Kepala BPPT meminta untuk terus berkomitmen agar inovasi BPPT ini digarap secara serius dan berkelanjutan untuk dapat membantu meningkatkan produktivitas kentang.

“Terus tingkatkan kerjasama ini agar aplikasi teknik perbanyakan benih kentang secara ex vitro ini semakin mantap dan produktivitasnya semakin tinggi. Agar berdampak nyata secara nasional,” sebutnya.

Lebih lanjut Kepala BPPT mengatakan agar teknik ex vitro ini dapat diterapkan untuk komoditi lain, seperti apel dan jeruk. Karena kedua jenis buah tersebut merupakan komoditi unggulan Kota Batu yang harus dipertahankan.

“Semoga yang telah dikerjakan dan dikembangkan di desa ini, terus bisa dilanjutkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, serta bisa dijadikan model untuk pengembangan kegiatan di daerah lain,” tutup Unggul.

Senada dengan Kepala BPPT, Walikota Batu, Dewanti Rumpoko menuturkan bahwa masyarakat, khususnya petani di Kota Batu menyambut baik kehadiran teknologi ex vitro BPPT.

Walikota Batu juga meminta agar teknologi ini dapat diterapkan pada Buah Apel Batu yang menjadi ciri khas daerahnya.

“Saya mohon agar petani yang telah mendapat ilmu ex vitro ini dapat terus menghasilkan yang terbaik. Kepada BPPT semoga terus membantu dari aspek teknologi agar hasil pertanian Kota Batu semakin optimal,”  imbuhnya.

Teknik ex-Vitro

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri Bioteknologi BPPT, Eniya L. Dewi mengungkap bahwa untuk tanaman apel, pihaknya saat ini di laboratorium tengah melakukan pembibitan apel secara ex vitro.

“Kami di lab telah berhasil menginisiasi apel jenis simanalagi. Usai ini kita akan transfer pembibitan ke Kota Batu. Semoga dapat berjalan dengan lancar,” urainya.

BPPT melalui Balai Bioteknologi ditambahkan Deputi TAB telah berhasil melakukan inovasi perbanyakan benih kentang secara ex vitro guna mendukung penyediaan benih kentang berkualitas dalam rangka menuju kemandirian nasional.

Deputi Eniya di hadapan kelompok tani juga menerangkan bahwa teknologi perbanyakan benih tanaman secara ex vitro merupakan proses perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan bagian tanaman (eksplan) yang mempunyai fase pertumbuhan cepat, di ikuti dengan pemberian stimulasi pertumbuhan, proses perbanyakan dengan pemotongan, yang dilakukan dalam kondisi aseptis di luar laboratorium.

“Teknik ini merupakan mesin foto copy untuk mendapatkan bibit tanaman yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Kelebihan teknologi ini adalah mudah, murah dan bisa dilakukan di lokasi dekat tempat budidaya. Diharapkan inovasi teknologi ini terus mendorong tumbuhnya penangkar benih kentang berkualitas sekaligus terpenuhinya kebutuhan benih kentang unggulan,” ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan penanaman ini dilanjutkan dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama antara Kepala Balai Bioteknologi BPPT, Agung Eru Wibowo  dan Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono, tentang Aplikasi Teknologi dan Produk Bioteknologi untuk Pengembangan Benih Tanaman Hortikultura di Kota Batu. Adapun hal ini melingkupi; pengembangan benih tanaman hortikultura  Kentang, Jeruk dan Apel; serta aplikasi teknologi kultur jaringan in vitro dan ex vitro untuk pengembangan benih tanaman hortikultura (Kentang, Jeruk dan Apel) Kota Batu.

Acara inipun diteruskan dengan sarasehan bersama Walikota Kota Batu Dewanti Ruparin Diah Rumpoko, Kepala BPPT Dr. Ir. Unggul PriyantoM.Sc , Deputi TAB BPPT Prof. Dr. B.Eng. Eniya Listyani Dewi, M.Eng. dengan para petani, penyuluh pertanian Dinas Pertanian Kota Batu, dan anggota masyarakat lainnya untuk memperkuat kebersamaan, semangat dan komitmen untuk terus menerapkan hasil inovasi BPPT ini. (Humas/HMP)

sumber: https://www.bppt.go.id/teknologi-agroindustri-dan-bioteknologi/3079-perbanyak-bibit-kentang-unggulan-nasional-bppt-lancarkan-jurus-ex-vitro