Aktivitas fisik yang rutin dapat memberikan dampak posi­tif bagi kebugaran tubuh seseorang, diantaranya meningkatkan kemampuan pemakaian oksigen dan curah jantung; peningkatan detak jantung; penu­runan tekanan darah; peningkatan efisiensi kerja jantung; mampu meningkatkan metabolisme dalam tubuh; meningkatkan kemampuan otot; dan mencegah obesitas. Aktivitas fisik dapat di­lakukan yaitu dengan olahraga, salah satunya ialah senam aerobik merupakan yang paling baik untuk dilakukan. Senam aerobik terdiri atas aerobik intensitas sedang (low impact) dan inten­sitas tinggi (high impact).

Tiga orang peneliti yaitu Budi Setiawan dan Rimbawan dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) beserta Mury Kuswari dari Prodi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul, Jakarta melakukan sebuah penelitian terkait pengaruh senam aerobik intensitas sedang terhadap lemak tubuh.

“Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh frekuensi senam aerobik intensitas sedang (low impact) terhadap lemak tubuh mahasiswi IPB,” ujar Budi.

Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan subjek berjumlah 21 mahasiswi yang berumur 18-21 tahun kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan dengan melakukan senam aerobik intensitas sedang selama delapan minggu. Kelompok pertama diberikan perlakuan dua kali dalam seminggu, kelompok kedua tiga kali dalam seminggu dan kelompok ketiga diberikan perlakuan empat kali seminggu. Data primer yang diamati yaitu lemak tubuh (trisep, abdomen, dan paha depan).

Dari hasil percobaannya peneliti ini menemukan bahwa pada kelompok tiga terdapat penurunan yang nyata antara sebelum dan setelah perlakuan sebesar 6,6 cm trisep, 5,4 cm abdomen dan 9,4 cm paha depan.

“Frekuensi senam aerobik intensitas sedang yang dilakukan empat kali dalam seminggu telah terbukti secara nyata mampu menurunkan lipatan lemak bawah kulit baik trisep, abdomen, maupun paha depan. Latihan senam aerobik intensitas se­dang dengan frekuensi tiga kali seminggu secara nyata dapat menurunkan lipatan lemak paha dan untuk frekuensi latihan senam aerobik dua kali dalam seminggu mampu menurunkan lipatan lemak bawah kulit secara nyata pada trisep, ab­domen, dan paha depan,” terang Budi.

Ia melanjutkan, frekuensi senam aero­bik intensitas sedang empat kali dalam seming­gu mempunyai fungsi yang paling baik untuk menurunkan lemak tubuh dibandingkan dengan frekuensi dua kali dan tiga kali dalam seminggu.(IR/nm)