DIKTI-Sebagai upaya pembentukan struktur kementerian yang baru, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir resmi melantik empat pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Senin (15/6) di Auditorium Lantai 2, Ditjen Dikti, Senayan.

Adapun pejabat eselon I yang dilantik, Jamal Wiwoho sebagai Inspektur Jenderal, Hari Purwanto sebagai Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Agus Puji Prasetyono sebagai Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas serta  Paulina Pannen sebagai Staf Ahli Bidang Akademik. Pada saat bersamaan, dilantik juga dua Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yakni Syawal Gultom (Universitas Negeri Medan) dan Onesimus Yoku (Universitas Papua).

Dalam sambutannya Menteri berpesan kepada pejabat eselon I yang dilantik agar mampu menjawab tantangan ke depan dalam mengemban tugasnya masing-masing. “Kepada inspektur jenderal, tantangan ke depan adalah terhadap semua aset yang dimiliki bagaimana mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kepada staf ahli di bidang infrastruktur, bagaimana sektor riil bisa bergerak dengan cepat. Kepada staf ahli di bidang relevansi dan produktivitas, bagaimana melakukan komersialisasi hasil-hasil riset.” pesan Nasir.

Tantangan staf ahli bidang akademik, lanjut Nasir, adalah bagaimana meningkatkan national competitiveness sehingga pendidikan tinggi bisa bersaing di kelas dunia. Masalah-masalah seperti ijazah palsu yang berkembang belakangan ini perlu dirumuskan untuk segera diselesaikan. “Juga masalah kurikulum harus kita benahi. Peraturan Menteri sebelumnya mengenai kurikulum S2, S3 dan masa studi S1 perlu ditengok kembali.” ujar Nasir.

Sedangkan kepada para rektor yang dilantik, pesan Nasir terkait masalah peningkatan publikasi di perguruan tinggi. “Minimal 50 persen dari selama ini (publikasi yang sudah dihasilkan selama ini-red).” pungkasnya. Ia pun menyinggung isu plagiarisme supaya dihapuskan di dunia pendidikan tinggi.