UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, memberikan kesempatan bagi desa-desa untuk lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berupaya mewujudkan hal tersebut dengan mengembangkan program “Desa Inovasi” di berbagai wilayah di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman tentang program Desa Inovasi ini dilakukan pada 19 November 2015 ditengah acara pembukaan pameran I3E di Grand Indonesia.

Konsep program Desa Inovasi adalah bagaimana memberdayakan masyarakat desa dan bagaimana memanfaatkan potensi lokal melalui pemanfaatan Iptek untuk menciptakan masyarakat desa yang lebih sejahtera. Pelaksanaan program akan melibatkan semua kalangan dari unsur ABGC (Academician, Business, Government, and Community).

Dalam sambutannya, Menristekdikti M. Nasir mengatakan bahwa nota kesepahaman ini bertujuan untuk mendukung pengembangan dan pemanfaatan hasil riset dan teknologi guna mendukung pembangunan desa, daerah tertentu, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi. Desa-desa di Indonesia mempunyai potensi kekayaan alam yang luar biasa, jika dikelola secara baik dengan sentuhan iptek dan inovasi maka akan memberikan kemakmuran bagi masyarakat desa.

“Kedepannya, saya berharap muncul inovasi-inovasi dan perusahaan pemula berbasis teknologi dari desa,” ujar Menteri Nasir.

Menristekdikti mengambil contoh dari kisah sukses yang luar biasa tentang Desa Hua Xi di Provinsi Jiansu, China. Setiap warga pada desa tersebut setidaknya memiliki satu rumah, dua mobil, dan tabungan sekitar 2 miliar rupiah. Desa yang awalnya miskin dan hanya mengandalkan produksi pertanian ini, kini telah bertransformasi menjadi desa modern dan berbasis industri. Kerja keras dan perubahan mindset masyarakat tentang arti iptek dan inovasi merupakan faktor utama dalam mewujudkannya.

“Saya bercita-cita kedepannya akan muncul desa-desa seperti Hua Xi di Indonesia,” ungkap Menteri Nasir.

Jalannya roda perekonomian tidak hanya didominasi pada wilayah perkotaan, namun juga pedesaan, sehingga kesejahteraan dan pembangunan dapat merata ke pelosok-pelosok. (flh/bkkpristekdikti)