Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka secara resmi Pameran Produk Inovasi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 di Lawang Sewu, Semarang. Pameran yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 20 ini diikuti oleh 105 stand dari instansi vertikal pusat di Jawa Tengah, SKPD Kabupaten/Kota dan Provinsi di Jawa Tengah, Perguruan Tinggi, UMKM, dan berbagai sektor lain.

Dalam kesempatan tersebut, Mohamad Nasir menyampaikan bahwa hasil dari inovasi yang telah diciptakan haruslah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, inovasi jika tidak bisa dirasakan oleh masyarakat, inovasi tersebut tidak bermanfaat sehingga harus dikembangkan betul untuk meningkatkan produktifitas bagi masyarakat. “Penelitian ini jangan hanya dikampus saja. Tetapi  manfaatnya, harus sampai ke masyarakat dan harus dikembangkan betul untuk meningkatkan produktifitas bagi masyrakat,” katanya. Upaya dan kerja keras terus dilakukan untuk pengembangan riset dengan menyelaraskan agenda dan fokus ristek guna menjawab berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi saat ini sera meningkatkan keunggulan daya saing.

“Pertumbuhan ekonomi global pasti memiliki konsekuensi pada pencarian solusi inovasi atau teknologi untuk penyelesaian permasalahan di bidang pangan, energi, transportasi, informasi komunikasi, kesehatan, lingkungan dan masih banyak lagi,” tuturnya. Ia mencontohkan banyak sekali peneliti-peneliti di Indonesia namun sangat minim untuk perekayasa. Sehingga nantinya, akan dikembangkan ke perguruan tinggi untuk bisa meningkatkan dari peneliti ke perekayasa.”Dengan pengabungan riset dan dikti sekarang bisa meningkatkan berapa jumlah peneliti dan perekayasa, peneliti bisa menjadi perekayasa sehingga kita akan akan membangun tekno park,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan akan mengandeng perekayasa dari perguruan tinggi. Ganjar pun memberi PR kepada Balitbang untuk memunculkan apa yang pernah diteliti dan akan diprioritaskan sehingga bisa memunculkan perekayasa.”Tantangan kedepan inovasi membereskan kedaulatan seperti pangan dan Jawa Tengah itu swasembada beras dulu yang kurang kedelai dan kita butuh kedelai karena impor kita masih tinggi. Sehingga bagaimana bisa menyelesaikan permasalahan tersebut dengan inovasi,” katanya.

Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah Tahun 2015 diselenggarakan pada  24 – 26 Oktober 2016 di Lawang Sewu, Semarang. Selain menampilkan produk-produk inovasi, dalam kegiatan tersebut diselenggarakan pula pertemuan dan Focus Group Discussion (FGD) Balitbangda wilayah tengah (Jawa dan Kalimantan). (msf/bkkpristekdikti)