Semarang, undip.ac.id- Susu merupakan sumber zat pembangun karena mengandung protein dan mineral serta sebagai bahan-bahan pembantu proses metabolisme seperti mineral dan vitamin. Salah satu jenis susu yang paling diminati masyarakat adalah susu kambing. Susu kambing PE (Peranakan Etawa) merupakan susu yang bermanfaat memenuhi kebutuhan mineral, protein dan vitamin didalam tubuh dan berkhasiat untuk mengurangi resiko berbagai penyakit. Dengan permintaan susu kambing yang meningkat banyak peternak kambing PE yang mengeluh ketahanan susu kambing PE sangat kurang lama dan kurang steril  karena terkontaminasi udara menyebabkan perkembangan bakteri semakin besar.

 

Kebanyakan peternak kambing PE mengatasi masalah ini dengan melakukan pasteurisasi dan pembekuan, padahal teknik tersebut dapat menimbulkan masalah baru lagi seperti timbul bau prengus, kurang steril, dan kandungan proteinnya akan berkurang. Sehingga diperlukan teknologi sterilisasi  tanpa pemanasan untuk proses pengolahan susu kambing PE tersebut. Dengan latar belakang tersebut 3 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Diponegoro menjawab semua masalah peternak susu kambing PE dengan membuat teknologi alat sterilisasi tanpa pemanasan dangan metode ozon. Mereka adalah Rima Dewi Anggraeni, mahasiswi FSM Kimia 2012, Savitri Rachmawati, mahasiswi FKM 2012, dan Hidayat Nur Arkhamtito,mahasiswa Teknik Mesin 2011.

 

Rima menjelaskan bahwa hasil susu kambing yang disterilisi menggunakan teknologi ini yang telah diuji (Juni,2015) keberadaan bakterinya menunjukkan bahwa semua bakteri patogen didalam susu kambing hilang karena sudah disterilisasi dengan teknologi ini, susu kambing hasil sterilisasi dengan alat ini dapat menambah keawetan dari susu kambing tersebut dan menghilangkan bau prengus tanpa mengurangi gizi dari susu kambing PE tersebut karena Ozon adalah senyawa bersifat oksidator kuat sehingga berpotensi besar membunuh bakteri didalam  susu kambing PE tanpa pemanasan.

 

Proses sterilisasi susu kambing PE dengan teknologi  ozon adalah ozon yang tidak stabil lebih cenderung melepaskan O2 ke udara dan O2- . O2- sangat tidak stabil sehingga menyerang 2 bakteri patogen didalam susu kambing PE sehingga bakteri tersebut mati. Hasil samping dari  teknologi ini adalah H2O dan O2.Hasil samping ini sangat aman untuk susu, tidak merusak gizi yang ada didalamnyaa dan tidak merusak protein-protein yang ada didalamnya.  Sehingga Alat sterilisasi ini sangat diperlukan untuk peternak kambing PE.

 

Dijelaskan oleh Savitri bahwa penemuan ini telah telah diusulkan untuk bersaing dalam Program Kreativitas mahasiswa (PKM) yang diadakan Derektorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Derektorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014. Dari puluhan ribu usulan dari berbagai universitas di Indonesia. Akhirnya PKM Karsa Cipta AMAZON ini berhasil lolos pendanaan DIKTI tahun 2015, selain itu telah dipublikasikan dalam. Alat ini juga sudah dirasakan manfaatnya oleh para peternak kambing PE didaerah Bogor dan Pudak Payung Semarang, respon mereka sangat positif terhadap inovasi ini dan teknologi ini dapat meningkatkan pendapatan mereka, tambah Savitri Rachmawati.

 

Sumber : http://www.undip.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=3226:mahasiswa-undip-menemukan-teknologi-sterilisasi-susu-kambing-pe-&catid=78:latest-news&Itemid=1092