Yang Saya Hormati:

1. Ibu Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

2. Bapak Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;

3. Bapak Lukman Hakim Saifudin, Menteri Agama;

4. Ibu/Bapak Rektor Perguruan Tinggi;

5. Para Pejabat Eselon 1 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan LPNK;

6. Serta Hadirin yang berbahagia.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua

 

Sebelumnya marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan kepada kita, sehingga kita pada pagi hari  ini dapat hadir pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Tentang Peran Serta Peserta Didik, Pendidikan, dan Tenaga Kependidikan Dalam Gerakan Penanaman Pohon yang melibatkan 3 (tiga) Kementerian yakni Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

 

Hadirin yang saya hormati,

Indonesia sebagai Negara yang memiliki hutan hujan tropis terluas ke-3 di dunia, setelah Brasil dan Kongo  memiliki kekayaan yang luarbiasa meliputi 38.000 jenis tanaman, 515 jenis mamalia (terbanyak di seluruh dunia), 511 jenis reptil dan 1.531 jenis burung yang mana banyak dari kekayaan yang saya sebutkan tadi bersifat endemik yang hanya terdapat di wilayah Indonesia. 

Akan tetapi jika kita melihat apa yang terjadi dengan hutan kita beberapa tahun kebelakang terlihat jelas bahwa laju kerusakan hutan kita semakin mengkhawatirkan. Beberapa faktor penyebab kerusakan hutan antara lain adanya penebangan liar, kebakaran hutan dan lahan, kegiatan penambangan dan peralihan fungsi hutan (Konversi) menjadi wilayah perkebunan yang cukup masif akhir-akhir ini. Hal tersebut tentu saja tidak dapat dibiarkan terus berlangsung, perlu adanya langkah nyata untuk mengatasi itu semua, melalui  reboisasi hutan .

Hadirin yang saya hormati,

Perubahan lingkungan tentunya berpengaruh buruk terhadap manusia dan spesies yang tinggal di dalamnya.  Beragam bentuk kerusakan lingkungan, seperti pencemaran  udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam, banjir, longsor, kebakaran hutan,   dan krisis air bersih. Hal ini lama kelamaan akan dapat berdampak secara global pada lingkungan yang akan                     mengakibatkan menurunnya angka kesehatan dan  kesejahteraan masyarakat itu sendiri dan akhirnya mengganggu pembangunan ekonomi secara nasional.

 

Hadirin yang saya hormati,

Penghijauan dengan cara menanaman pohon sesungguhnya mempunyai multi manfaat, selain untuk memperbaiki ekosistem setempat juga menambah nilai   lingkungan; atau dengan kata lain, selain meningkatkan kenyamanan juga menambah keindahan lingkungan setempat. Keberadaan pepohonan akan menjadikan udara lebih segar dan sehat, karena akan meningkatkan kandungan oksigen (O2) di udara yang dibutuhkan untuk pernafasan manusia, dan mengurangi cemaran karbon dioksida (CO2) yang mengganggu pernafasan dan kesehatan manusia.

Hadirin yang saya hormati,

Selain manfaat ekologis sebagaimana yang secara ringkas diilustrasikan di atas, penanaman pohon dengan melibatkan Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Pendidikan juga bermanfaat sosial, yakni merupakan sarana pembelajaran dan pendidikan bagi semua yang terlibat langsung terutama Peserta Didik yang tentunya mereka-mereka inilah yang kita harapkan dapat menjadi generasi penerus yang peduli akan kelestarian lingkungan dan hutan yang dapat menularkan ke lingkungan yang lebih luas.

Hadirin yang saya hormati,

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentu akan selalu mendukung setiap upaya yang dilakukan baik oleh kalangan pemerintah maupun oleh lembaga non-pemerintah, dan masyarakat dalam rangka mewujudkan lingkungan yang lebih nyaman, indah, dan lestari demi kehidupan kedepan yang lebih baik sebagaimana yang kita lakukan hari ini untuk pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development).

 

 

 

Hadirin yang sayahormati,

Akhirnya saya selaku Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tingi berharap agar munculnya generasi-generasi penerus yang perduli terhadap lingkungan dan hutan. 

Terimakasih.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menteri Riset,  Teknologi dan Pendidikan Tinggi

 

 

Mohamad Nasir