CIBITUNG – BEKASI, SENIN 15 JUNI 2015

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, 

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua. 

 

Yang saya hormati

Bapak Alisjahbana Haliman, President  PT Haldin Pacific Sejahtera

Bapak Roy Sparringa, M. App.Sc., Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan

Bapak Unggul Priyanto, MSc; Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Bapak dan Ibu Undangan serta Saudara sekalian.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita ke hadirat Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan kasih sayangNya, saat ini kita dapat berkumpul di tempat ini untuk bersama-sama mengikuti acara peresmian Indonesian Honey Research Institute. Dalam kesempatan yang baik ini, atas nama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi-Republik Indonesia, saya menyambut baik dan menyampaikan ucapan selamat atas berdirinya Institut Penelitian Madu Indonesia. Semoga Allah SWT memberkahi segala usaha kita yang terus-menerus untuk memajukan Indonesia pada umumnya dan upaya pengembangan madu nasional pada khususnya.

 

Bapak dan Ibu yang saya hormati, 

 

Sebagaimana telah kita fahami bersama, bahwa produk madu sesungguhnya tidaklah asing dengan keseharian manusia sejak jaman dahulu kala. Produk perlebahan telah digunakan baik sebagai supplemen makanan maupun obat selama ribuan tahun. Nilai gizi dan nutrisi yang terkandung dalam produk lebah telah dipublikasikan berulang kali dari hasil kajian berbagai laboratorium di seluruh dunia. Madu telah menjadi bahan pengobatan manusia, mungkin sejak jaman pra-sejarah seperti yang telah banyak dikemukakan oleh beberapa ahli arkeologi. Dalam kebudayaan Mesir Kuno, produk madu, serbuk lebah dan propolis telah digunakan sebagai bahan obat-obatan dan sebagai perlengkapan dalam tindakan bedah atau operasi. Orang Yunani kuno juga sangat mengagumi lebah dan produk yang dihasilkannya. Hipocrates yang dikenal sebagai Bapak Pengobatan Modern dan hidup antara rentang 460-377 SM, menggunakan propolis dan madu dalam perawatan terhadap pasien-pasiennya. 

 

Selama ini kita mengenal madu sebagai produk lebah yang paling populer dan berkhasiat untuk berbagai keperluan termasuk pengobatan. Sungguh menarik, salah satu surat dalam kitab suci Al-Qur’an, yakni surat yang ke-16 dinamakan Surat An-Nahl (lebah) karena ada 2 ayat khusus yang terkait dengan pemanfaatan madu dan lebah yakni ayat 68 dan 69. Dalam penggalan surat An-Nahl ayat 29 misalnya, disebutkan: …”Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. 

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi yang memikirkan” (QS, An-Nahl: 69). Merujuk pada pesan kitab suci tersebut adalah bahwa bahan yang bermanfaat (untuk menyembuhkan) itu adalah bahan yang keluar dari perut lebah yang bermacam-macam warnanya. Oleh karena itu, barangkali kita juga perlu mengkaji dan meneliti lebih serius terkait berbagai produk yang dihasilkan oleh lebah selain produk madu.

 

Bapak dan Ibu yang saya hormati,

 

Tidak lama lagi Masyarakat Ekonomi ASEAN akan segera diberlakukan. Berbagai aliran barang atau produk, tenaga kerja, jasa dan investasi antar negara ASEAN menjadi lebih bebas. Pada saat yang sama, tuntutan masyarakat baik di tingkat nasional maupun global terhadap kualitas produk maupun jasa makin meningkat. Menyadari hal ini, tidak ada cara lain, kita harus terus meningkatkan kualitas SDM kita dan secara bersungguh-sungguh melakukan sinergi dan kerjasama dengan segenap pihak terkait. Oleh karena itu saya berharap Indonesian Honey Research Institute ini dapat menjadi pusat unggulan (center of excellent) dan mampu memberikan kontribusi yang maksimal hendaknya organisasi ini bersegera berkolaborasi dengan berbagai pihak. Tentunya tidak hanya bersinergi dengan berbagai pusat riset madu di dalam negeri namun juga perlu bekerjasama dengan berbagai pusat riset madu di tingkat regional maupun global. Hendaknya segenap pengurus dari lembaga ini mampu bersinergi secara optimal dengan lembaga lain seperti Badan Standarisasi Nasional (BSN) maupun Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta lembaga riset maupun kampus pada umumnya. 

 

Bapak dan Ibu yang saya hormati,

Kita tidak menginginkan aktivitas riset hanya untuk riset saja. Sudah saatnya aktivitas riset berakhir di hilir yakni dimanfaatkannya hasil riset oleh swasta atau masyarakat pada umumnya. Hendaknya organisasi atau asosiasi peneliti mendedikasikan dirinya untuk melakukan pengembangan kualitas SDM sekaligus membangun jejaring serta mempersiapkan ilmuwan generasi penerus di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada kesempatan ini, saya menghimbau agar Indonesian Honey Research Institute melaksanakan beberapa hal berikut: (1) Melakukan penelitian mutakhir di bidang permaduan yang diharapkan mampu mendorong dan meningkatkan kualitas madu Indonesia, (2) Memetakan dan mengidentifikasi bidang spesialisasi apa yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan madu baik di tingkat regional maupun global, (3) Melakukan kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan dan melibatkan pihak akademisi, pemerintah, swasta/industri dan kelompok masyarakat untuk meningkatkan kualitas madu Indonesia dan (4) Memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tentu saja masih banyak hal lain yang dapat dilakukan oleh Indonesian Honey Research Institute terutama dalam menyambut pasar bebas ASEAN yang akan segera kita jalani bersama. Saya berharap Indonesian Honey Research Institute akan menjadi organisasi penelitian khusus madu yang akan disegani bukan hanya di tingkat nasional namun juga di jajaran internasional karena capaian prestasi, kontribusi dan dedikasinya. 

 

Bapak dan Ibu yang saya hormati,

 

Sekali lagi saya ingin mengucapkan selamat, semoga Indonesian Honey Research Institute mampu meningkatkan nilai tambah produk madu nasional. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridloi langkah kita, Aamiin Ya Rabbal Aalaamiiin. Wassalamu’alaikum wr.wb.

 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi                

Republik Indonesia

 

Mohamad Nasir