Sosialisasi Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) ditujukan kepada perguruan tinggi/lembaga  yang mempunyai inkubator teknologi atau inkubator bisnis yang berfungsi membantu dan membina pengembangan wirausaha di instansinya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada pengelola inkubator dan tenant/wirausaha yang dibina tentang program insentif inkubasi teknologi untuk mendorong tumbuhnya perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) yang ada di Kemenristekdikti pada tahun 2015.  Sosialisasi IBT dilaksanakan di Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubator (PUI) UGM Yogjakarta, yang dihadiri 11 pengelola Inkubator Bisnis di perguruan tinggi yang ada di Yogjakarta, 11 Juni 2015.

Acara dimulai dengan sambutan Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi (PUI) UGM, Dr. Hargo Utomo yang menyampaikan pentingnya program inkubasi bisnis teknologi untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha baru yang kompeten. Keberadaan pengusaha-pengusaha baru ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah lowongan perkerjaan dan produk inovasi yang dihasilkan bermanfaat kepada masyarakat. Program inkubasi bisnis teknologi tersebut menjadi sangat penting agar Indonesia dapat bersaing ketika kebijakan perdagangan bebas di kawasan ASEAN yang lebih dikenal dengan istilah ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai diberlakukan tepatnya pada akhir tahun 2015.

Mengawali presentasinya, Kabid Penguasaan dan Pengembangan Iptek IKM Kemenristekdikti, Godlan Situmorang menyampaikan tentang latar belakang program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) yang meliputi peran iptek bagi kemajuan suatu bangsa, peran iptek bagi kemajuan industri, dan peran pemeritah menumbuhkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Disampaikan pula bahwa tujuan program IBT adalah untuk menstimulasi inkubator bisnis di perguruan tinggi maupun lembaga pemerintah lainnya,  dalam hal Penguatan Peran Inkubator Bisnis Teknologi; Penumbuhan tenant yang dibina untuk menjadi Perusahaan Pemula Berbasis teknologi;  Pemodelan inkubasi wirausaha baru berbasis inovasi teknologi melalui Inkubator Bisnis Teknologi.

Selanjutnya disampaikan sasaran dan luaran IBT, Godlan menegaskan bahwa goal dari program inkubasi bisnis teknologi ini adalah menghasilkan pengusaha – pengusaha baru yang mampu berdiri sendiri serta hasil invensinya dapat dinikmati masyarakat dan berguna untuk masyarakat. Kemudian dijelaskan skema pendanaan untuk kegiatan IBT tahun 2015 diikuti dengan penjelasan alokasi pendanaannya dimana maksimal 25% dari total biaya untuk operasional manajemen tim inkubator dan maksimal 75% dari total biaya untuk kegiatan usaha IKM tenant inkubator/peserta program.

Setelah skema pendanaan, Godlan juga menjelaskan tentang persyaratan inkubator pembina serta persyaratan tenant inkubator. Kemudian dilanjutkan dengan mekanisme seleksi yang meliputi desk evaluation dan presentasi yang diikuti dengan proses wawancara terhadap tenant yang sedang diseleksi. Terakhir Godlan menjelaskan tata cara proses pendaftaran proposal kegiatan inkubasi bisnis teknologi tahun 2015, yang akan ditutup tanggal 6 Juli 2015.

Kasubid Mekanisme Transfer Iptek IKM Kemenristekdikti, Suranto menambahkan bahwa inkubator bisnis atau inkubator teknologi sebaiknya memiliki badan hukum yang jelas, supaya pada saat proses pemberian insentif tidak terdapat masalah atau hal lain yang tidak diinginkan.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan cara melahirkan teknopreneur atau pengusaha yang berbasis dan mengoptimalkan teknologi, maka program Inkubasi Bisnis Teknologi berperan penting untuk membantu kesuksesan para teknopreneur tersebut. Sebagaimana diketahui Inkubator bisnis adalah perusahaan/lembaga yang memberikan suatu program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan/pembinaan elemen bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut menjadi perusahaan yang profitable, memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, serta menjadi perusahaan yang sustainable, hingga akhirnya diharapkan berdampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian nasional.

Harapan Hargo, agar secara bersama-sama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Ristekdikti, memfasilitasi start up untuk wirausaha baru yang real ada di lapangan/di masyarakat. Untuk itu, pihaknya siap bekerja sama dengan Kementerian Ristekdikti dan pihak terkait. Karena inkubator bisnis di UGM membutuhkan dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Ristekdikti.

Melalui sosialisasi program IBT yang dihadiri Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi (DIT PUI) UGM, Dr. Hargo Utomo; Kasubdit Inkubasi UGM, Dr. S. Kompiang; Pranowo S. Putro dari Jogja Digital Valley; I Putu Sugiartha dari LPPM UAJY; Heru Sukoco dari LPPM UMBY; Bambang Supriyanta dari Fakultas Pertanian UPN Yogjakarta; Ari Wijayani LPPM UPN; Bondan Ardiningtyas dari PT Swayasa Prakarsa; Afrizal Hernandar dari PT Gama Multi Usaha Mandiri; Arif Laksito dan Emha Taufiq Luthfi dari Amikom Yogyakarta; Zubaidi HS dan Riche dari Bappeda Surakarta; Anang Priyanto LPPM UNY; dan Faris Firdaus LPPM UII; diharapkan para inkubator menyampaikan proposal dari tenant yang dibina agar mendapat hibah dari Kementerian Ristekdikti untuk pengembangan usahanya.

Sebelum menutup acara, Kasubdit Inkubasi PUI UGM, Kompiang Wirawan mengatakan bahwa sosialisasi program Inkubasi Bisnis Teknologi ini sangat bermanfaat karena disini dijelaskan secara langsung hal-hal yang berhubungan tentang persyaratan, dokumentasi, dan legalitas tentang program inkubasi binis teknologi.(gs-sr-ap/ad.ikm/humasristek)