Pada hari  Senin, 15 Juni 2015 bertempat di Auditorium Lantai 2, Ditjen Dikti, Senayan berlangsung pembentukan struktur kementerian yang baru. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir resmi melantik empat pejabat eselon I.

Adapun pejabat eselon I yang dilantik, Jamal Wiwoho sebagai Inspektur Jenderal; Hari Purwanto sebagai Staf Ahli Bidang Infrastruktur; Agus Puji Prasetyono sebagai Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas serta  Paulina Pannen sebagai Staf Ahli Bidang Akademik. Pada saat bersamaan, dilantik juga dua Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yakni Syawal Gultom (Universitas Negeri Medan) dan Onesimus Yoku (Universitas Papua).

Dalam sambutannya, M. Nasir berpesan agar para pejabat baru mampu menjawab tantangan ke depan dalam mengemban tugasnya masing-masing. “Kepada Inspektur Jenderal, tantangan ke depan adalah terhadap semua aset yang dimiliki bagaimana mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kepada Staf Ahli di Bidang Infrastruktur, bagaimana sektor riil bisa bergerak dengan cepat. Kepada Staf Ahli di Bidang Relevansi dan Produktivitas, bagaimana melakukan komersialisasi hasil-hasil riset, ” pesan M. Nasir.

“Tantangan Staf Ahli Bidang Akademik adalah bagaimana meningkatkan national competitiveness sehingga pendidikan tinggi bisa bersaing di kelas dunia. Masalah-masalah seperti ijazah palsu yang berkembang belakangan ini perlu dirumuskan untuk segera diselesaikan. Juga masalah kurikulum harus kita benahi. Peraturan menteri sebelumnya mengenai kurikulum S2, S3 dan masa studi S1 perlu ditengok kembali, ” ujar M. Nasir.

Sedangkan kepada para rektor yang dilantik, pesan M. Nasir terkait masalah peningkatan publikasi di perguruan tinggi. “Minimal 50 persen dari publikasi yang sudah dihasilkan selama ini, ” pungkas M. Nasir. Dalam kesempatan ini juga, M Nasir menyinggung isu plagiarisme supaya dihapuskan di dunia pendidikan tinggi.(dikti/humasristek)