Madu merupakan produk yang mengandalkan sumber daya alam untuk produksinya. Dengan potensi sumber daya hutan yang cukup luas, Indonesia memiliki comparative advantage dibandingkan negara lain. Keunggulan komparatif tersebut merupakan modal dasar yang perlu dikembangkan melalui pembangunan ekonomi sehingga dapat menjadi competitive advantage yang bisa menjadi pendorong bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

Dalam upaya memajukan Indonesia pada umumnya dan upaya pengembanguan madu nasional pada khususnya, PT Haldin Pacific Semesta mendirikan Indonesian Honey Research Institute (IHRI). Diharapkan IHRI dapat menjadi pusat unggulan dan mampu memberikan kontribusi yang besar kepada berbagai pihak. Tidak hanya bersinergi dengan  berbagai pusat riset madu di dalam negeri namun juga di tingkat regional dan global.

Senin, 15 Juni 2015 Menristekdikti meresmikan IHRI di Cibitung dengan didampingi oleh Staf Ahli Menristekdikti Bidang Relevansi dan Produktivitas, Agus Puji Prasetyono; Deputi Bidang Jaringan Iptek, Agus R Hoetman; dan Deputi Pendayagunaan Iptek, Pariatmono. Dalam sambutannya, Menristekdikti menghimbau IHRI agar memanfaatkan berbagai skema insentif yang telah disediakan di Kemenristekdikti maupun lembaga lainnya.

“Saya berharap Indonesian Honey Research ini akan menjadi organisasi penelitian khusus madu yang disegani bukan hanya di tingkat nasional, namun juga di jajaran internasional karena capaian prestasi, kontribusi dan dedikasinya,” ujar M. Nasir. (flh-rp-pkl/humasristek)