Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meninjau lokasi Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)  di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 1 Juni 2015.  Peninjauan lapangan ini,  dalam rangka Kick Off Program Agribisnis Terpadu.

Selama kunjungan kerja di NTT, Menristekdikti didampingi oleh Gubernur NTT, Fran Lebu Raya; Wakil Gubernur NTT, Benny Alexander Litelnoni; Bupati Kupang, Ayub Titu Eki; Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek Kemenristek, Pariatmono;  Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Illah Sailah; Direktur Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti Hermawan dan rombongan Kemenristekdikti.

Desa Fatuteta Kecamatan Amabi, Kupang NTT, adalah lokasi yang pertama kali dikunjungi Menristekdikti. Di daerah ini Menristekdikti memberikan arahan  program swasembada sapi, menyerahkan benih padi varietas sidenuk dan gogo, penebaran shorgum, penanaman jati, dan pelaksanaan ibsexing.

Menristekdikti menjelaskan sapi yang berumur 3 tahun dan beratnya 200-300 Kg di desa, di Kemenristekdikti sapi tersebut dengan umur 1 tahun bisa mencapai berat 350 Kg. Menristekdikti juga berharap adanya perubahan ekonomi masyarakat di kota Kupang. “Sapi berumur 3 tahun dengan berat 200 – 300 Kg di desa, di Kemenristekdikti dengan umur 1 tahun bisa mencapai berat 350 kg,” ujarnya M. Nasir.

Gubernur NTT Fran Lebu Raya berharap di NTT nantinya dapat dibangun Techno Park, “Saya harap di daerah NTT akan menjadi salah satu tempat pembangunan techno park”.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengatakan bahwa masyarakat merasa bangga atas kedatangan Menristekdikti beserta rombongan. “Saya harap Menristekdikti bisa membantu masyarakat untuk melakukan sasembada pangan di desa Fatuteta Kupang,” ujar Ayub.

Dalam kunjungan ini menristekdikti juga melakukan diskusi dengan masyarakat terkait swasembada sapi, dan padi agar meningkatkan ekonomi masyarakat. Di akhir acara Menristekdikti beserta masyarakat Desa Fatuteta melakukan foto bersama. (fr-amr-pkl/humasristek)