Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) kembali meyakinkan daerah untuk mendirikan wahana pendidikan bernuansa “Fun and Inspiring”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 12 Juni 2015 di Sanggaluri Park, Purbalingga.

Kegiatan soft launching Sanggaluri Science Center Kabupaten Purbalingga diresmikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga (Budparpora), Subeno yang mewakili Bupati Purbalingga. Acara diawali dengan sambutan Kepala Dinas Budparpora yang menyampaikan terima kasih kepada PP-IPTEK, Kemenristekdikti yang telah memberikan wahana peraga cluster Optik kepada Sanggaluri Park yang pastinya menambah koleksi peraga edukatif dan semakin menunjukkan Sanggaluri sebagai wahana wisata edukatif. Ke depannya diharapkan pengelola Sanggaluri dapat mengadopsi pemikiran Peter Senge bahwa di setiap level jajaran manajemen bahkan demikian pula di tingkat pelajar, agar selalu menjadi insan pembelajar. Sebuah organisasi yang selalu belajar dengan peran aktif SDM-nya yang mau terus belajar dipastikan akan menjadi organisasi pembelajar dengan kumpulan manusia yang kreatif dan maju sehingga diharapkan tercipta budaya iptek pada masyarakat Purbalingga.

¬†Acara berlanjut dengan sambutan Asisten Deputi (Asdep) Iptek Masyarakat, Ahmad Dading Gunadi. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya komitmen pimpinan tertinggi di daerah, dalam hal ini Bupati Purbalingga dalam proses keberlanjutan sebuah science center. “Pendirian science center ini merupakan sebuah investasi jangka panjang dimana hasilnya akan dirasakan di masa depan dimana harapannya akan ada pengembangan alat peraga dan penciptaan program-program sains. Ke depannya akan ada program Science Center Award dan pelatihan-pelatihan bagi pengelola science center dalam pengembangan wawasan berpikir dan pengalaman di dalam dan luar negeri,” ujar Ahmad Dading Gunadi.

Direktur PP-IPTEK, Ari Hendrarto Saleh menyampaikan bahwa dengan segera diresmikannya Sanggaluri Science Center Purbalingga akan menjadikan science center ke-17 yang beroperasi di Indonesia dan masuk ke dalam Asosiasi Science Center Indonesia (ASCI) atau science center ke-4 di Jawa Tengah setelah Solo Science Center, Kura kura Ocean Park Jepara, dan Cilacap Science Center. Di sinilah pentingnya dukungan bupati agar program-program sebuah science center dapat berjalan secara continue karena tentunya membutuhkan pendanaan. Dukungan dari dinas terkait juga sangatlah penting sehingga masyarakat terutama pelajar dapat menjadikan Sanggaluri Science Center sebagai wahana wisata pendidikan.

Kemenristek Dikti ke depannya akan memprogramkan peningkatan kompetensi para pengelola science center dan pemandunya yang bekerja sama dengan Asosiasi Science Center Asia Pacific (ASPAC) dalam kegiatan seperti sharing idea, workshop, atau short course.

Acara soft launching ditutup dengan pelepasan balon dan pemotongan pita oleh Asdep Iptek Masyarakat dan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga yang didampingi Direktur Sanggaluri Owabong Wisnu dan Direktur PP-IPTEK Ari Hendrarto. Kemudian dilanjutkan dengan melihat dari dekat dan memainkan langsung alat peraga cluster optik yang menjadi koleksi baru Wahana Sains Sanggaluri Science Center. (ahs-ppiptek/humasristek)