Menristekdikti, Mohamad Nasir, mengawali aktivitas di bulan Juni 2015 dengan berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi yang pertama kali dikunjungi Menristekdikti adalah Desa Fatuteta, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang (1/6). Didampingi Wagub NTT, Beny A. Litelnoni dan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, Menristekdikti berdialog langsung dengan penduduk setempat yang berprofesi sebagai petani dan peternak.

Dalam dialog ini Menristekdikti menghimbau para petani dan peternak untuk menggunakan benih hasil riset untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan peternakan mereka. Menristekdikti melihat potensi sektor peternakan dan pertanian di daerah ini dapat terus dikembangkan sehingga NTT bisa menjadi provinsi yang menyukseskan program swasembada pangan. Dalam kesempatan tersebut Menristekdikti memperkenalkan benih padi Sidenuk hasil inovasi para peneliti BATAN yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. “Bila selama ini hasil panen petani lokal di bawah 5 ton per hektar, maka dengan benih padi sidenuk dapat ditingkatkan hasilnya menjadi 11 ton per hektar,” ujar M. Nasir.

Selain menyerahkan benih padi Sidenuk, Menristekdikti juga memberikan benih padi Gogo hasil inovasi para peneliti LIPI yang dapat menghasilkan padi sampai dengan 6 ton per hektar saat musim kemarau.”Jenis padi gogo ini cocok dengan iklim di NTT yang cukup panas,” tambah M. Nasir

Di sektor peternakan, pada awalnya sapi NTT dapat berbobot lebih dari 1 ton, namun saat ini bobot sapi NTT hanya kurang dari 400 kg karena kesalahan dalam proses pengembangbiakan. Oleh karena itu, Menristekdikti menggandeng LIPI dan PT Karya Anugerah Rumpin akan konsisten mengembangkan sapi lokal yang unggul melalui teknik inseminasi buatan. “Saya berharap teknologi inseminasi buatan dapat mengembalikan kejayaan Provinsi NTT sebagai lumbung ternak sapi nasional. Oleh karena itu saya membawa para ahli dari LIPI dan PT KAR yang telah berhasil mengembangkan sapi lokal hingga berbobot 800-900 kg,” ujar Menristekdikti.

di penghujung acara tersebut, Menristekdikti melakukan inseminasi buatan terhadap sapi lokal, dan juga menanam sorgum dan pohon jati di sekitar lokasi tersebut. Dalam kunjungan ke Fatuteta tersebut, Menristekdikti didampingi Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek, Pariatmono Sukamdo; Direktur Kelembagaan Dikti, Hermawan Kresno Dipojono; Direktur Belmawa Dikti, Illah Sailah dan Kepala Biro Hukum dan Humas, Agus Sediadi.  (mwr/humasristek)