Menyambut pemberlakuan Komunitas ASEAN 2015 yang akan dimulai tanggal 31 Desember 2015, Komite Iptek ASEAN (ASEAN COST) tengah mematangkan program baru kerjasama Iptek dalam ASEAN Plan of Action on Science, Technology and Innovation (APASTI) yang akan di-implementasikan pada tahun 2016-2025. Program tersebut meliputi 8 strategic thrusts, yakni; (i) Position STI as an Integral Part of Economic  Integration, Talent Mobility and Public-Private Initiatives, (ii) Expand the Role and Impact of STI for People’s  Benefit, (iii) Promote STI Awareness and Engagement among ASEAN’s Youth, (iv) Promoting Innovation as a Pillar of a Globally Competitive ASEAN, (v) Utilise STI to Address the Grand Challenges of the New Millennium, (vi) Expanding STI Collaborative Networks with Centres of Excellence and Dialogue Partners, (vii) Reorganising COST Structure In Support Of ASEAN’s Competitiveness, (viii) Establishing a revenue generation mechanism for  COST to support technology development and  training activities across ASEAN, (ix) Managing ASEAN STI development in the new ASEAN Economic Community.

Dalam pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-69  di Phuket Thailand yang dipimpin oleh Sekjen Kemristekdikti, Prof. Ainun Na’im, M.B.A.,Ph.D. sebagai Ketua ASEAN COST,   Indonesia mengharapkan penyelesaian APASTI dapat dilakukan secepatnya, karena dokumen kebijakan regional Iptek dan Inovasi ini akan dijadikan rujukan bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan ASEAN COST kedepan, khususnya dalam memasuki era Komunitas ASEAN. Terkait pengelolan dana ASEAN Science,Technology, and Innovation Fund (ASTIF), Indonesia mengusulkan adanya evaluasi atas alokasi pendanaan saat ini.  Pertemuan ASEAN COST 69 menyepakati bahwa pengelolaan ASTIF harus menghasilkan revenue yang lebih besar dari kondisi saat ini. Untuk itu COST 69 menugaskan Advisory Body on ASEAN Science Fund (ABASF) dan Advisory Body on ASEAN Plan of Action on Science and Technology (ABAPAST) untuk melakukan kajian atas hal ini. Rekomendasi dari kajian ini diharapkan dapat dilaporkan pada pertemuan ASEAN COST berikutnya.  Selain usulan di atas, dalam pertemuan tersebut Indonesia juga melaporkan pelaksanaan kegiatan ASEAN Science and Technology Week ke-9 (9th ASTW) yang  telah dilaksanakan di Bogor, tanggal 18-27 Agustus 2014 lalu.

Rangkaian pertemuan COST ke-69 yang diselenggarakan pada tanggal 21-29 Mei 2015  meliputi pertemuan; (i) Sub-sub komite yakni Sub Committee on Food Science and Technology (SCFST); Sub Committee on Microelectronics and Information Technology (SCMIT); Sub Committee on Biotechnology (SCB); Sub Committee on Sustainable Energy Research (SCSER); Sub Committee on Marine Science and Technology (SCMSAT); Sub Committee on Science and Technology Infrastructure and Resource  Development (SCIRD); Sub Committee on Material Science and Technology (SCMST); dan Sub Committee on Space Technology and Applications (SCOSA); (ii) pertemuan ke-26 Advisory Body on the ASEAN Plan of Action on Science and Techology (ABAPAST); (iii) Pertemuan ke-25 Advisory Body on the ASEAN Science Fund (ABASF); serta  (iv) pertemuan national COST Chairs. Selain itu, juga dilakukan pertemuan-pertemuan terkait lainnya (side meetings) yakni; (i)  The 3rd ASEAN-Republic of Korea (ROK) Science, Technology and Innovation (STI) Dialogue; (ii) The 3rd ASEAN Talent Mobility Workshop; (iii) Synchrotron Application Collaboration, Opportunities Through ASEAN Beamline; (iv) Workshop on SEA MODA (Thailand); (v) Expert Group of Metrology (EGM) Meeting; (vi) Science and Techonoly Innovation Workshop on ASEAN Water Management System; dan (vii) Special ASEAN Plan of Action on Science, Technology and Innovation Review Meeting.

Dalam pertemuan tersebut, wakil delegasi Korea Selatan sebagai salah satu mitra wicara ASEAN mengundang  Komite Iptek ASEAN untuk menghadiri World Science and Technology Forum yang dirangkaikan dengan kegiatan ASEAN-OECD Ministerial Meeting on Science and Technology dan ASEAN-ROK Ministerial Meeting on Science and Technology, yang akan dilaksanakan di Daejeon, Korea Selatan, tanggal 19-23 Oktober 2015.

Pertemuan ASEAN COST ke-69  dibuka oleh  Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Thailand H.E. Dr. Pichet Durongkaveroj   dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN, dan Sekretariat ASEAN (ASEC). Delegasi RI pada pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Ainun Na’ím, M.B.A., Ph.D. dengan anggota delegasi dari Kemenristekdikti  yakni; Staf Ahli Bidang Teknologi Pertahanan, Teguh Raharjo; Asdep Jaringan Penyedia dengan Pengguna Iptek, Sri Setiawati; Asdep Jaringan Iptek Internasional, Nada Marsudi; Kabid Perkembangan Jaringan Iptek Internasional, Ruben Silitonga dan Ka. Subbid Fasilitasi Publikasi Internasional, Annisa Pranowo. Selain dari Kemenristekdikti, anggota Delri juga berasal dari pejabat  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan  Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN.

Pertemuan ASEAN COST berikutnya, yakni ke-70, akan dilaksanakan di Laos pada minggu pertama bulan Nopember 2015.  Dalam pertemuan tersebut juga akan dilaksanakan ASEAN Ministerial Meeting on Science and Technology (AMMST) yang ke-16. (ad5-dep3/humasristek)