Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya terus menerus melakukan peningkatan SDM-nya sendiri dengan memberikan beasiswa bagi para pegawai di lingkungan Kemenristekdikti yang ingin meraih program doktoral. Program beasiswa dalam negeri yang diselenggarakan pada tahun 2010 sudah mulai menuai hasil, satu persatu para pegawai Kemenristekdikti telah berhasil menyelesaikan program doktoral, diantaranya adalah Syahrul Aminullah yang telah sukses meraih gelar doktor di Bidang Ilmu Administrasi Publik program Pascasarjana Departemen Administrasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Pada Senin, 25 Mei 2015, bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono Kampus FISIP UI, Kepala Bidang Investasi Iptek Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Syahrul Aminullah sukses meraih gelar doktor Bidang Ilmu Administrasi Publik program Pascasarjana Departemen Administrasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Dalam sidangnya, Kepala Bidang Investasi Iptek, Syahrul Aminullah membahas disertasinya yang berjudul “Scenario Planning dan Strategi Kebijakan Anggaran Penelitian dan Pengembangan Indonesia Tahun 2035”. Dalam sidang promosi doktor diketuai oleh Dr. Arie Susilo, M.Sc. selaku Dekan FISIP UI; Promotor, Prof. Dr. Eko Prasodjo, Meg. Rer.publ.; Co-Promotor, Dr. Roy V. Salomo, M.Soc. Sc. dan  Prof. Benyamin Lakitan, Ph.D., serta Tim Penguji : Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M. Si.; Prof Dr. Azhar Kasim, MPA; Prof. Martani Huseini, Ph.D.; Prof (Riset) Dr. Lukman Hakim, Ph.D.; dan Dr. Retno Kusumastuti, M.Si.

Dalam sidangnya, Syahrul Aminullah mengatakan, penyelenggaraan penelitian dan pengembangan iptek nasional di Indonesia mengalami banyak permasalahan selama beberapa tahun terakhir. Salah satu yang melatarbelakangi permasalahan tersebut adalah litbang iptek yang belum menjadi prioritas penganggaran oleh para pembuat kebijakan karena masih dikalahkan oleh sektor lainnya. Sementara dihadapan kita persaingan global sudah tidak terelakan.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa alokasi anggaran penelitian dan pengembangan iptek di Indonesia sangat rendah serta menganalisis strategi kebijakan anggaran penelitian dan pengembangan iptek Indonesia jangka panjang dengan menggunakan Scenario Planning,” papar Syahrul.

Dalam sidang promosi doktor turut dihadiri oleh Deputi Bidang Sumber Daya Iptek Kemenristekdikti, Muhamad Dimyati; Asisten Deputi Investasi Iptek, Wisnu Sardjono Soenarso; Asisten Deputi Sumber Daya Manusia Iptek, Andika Fajar; Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Iptek, Asih Setiawati. (md/haz/humasristek)