(Jakarta, 05/04/2018), “Nuclear Knowledge Management adalah kegiatan yang berlangsung dinamis, jika kemampuan atau teknologi diketahui sudah usang (obsolescent) sebaiknya ditinggalkan saja. Kita harus melihat kedepan, jangan sampai kita terjebak dengan teknologi di masa lalu.” arahan tersebut disampaikan oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, ketika membuka Workshop dan Launching Nuclear Knowledge Management di Aula Gedung Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN, Pasar Jumat, Kamis (05/04/2018).

“BATAN juga perlu benchmarking, sebagai pembanding tidak melulu berkutat didalam saja tapi perlu juga narasumber dari luar untuk menambah pengetahuan”, tambahnya.

Teman-teman yang mempunyai kemampuan diminta menyampaikan Ilmu atau kemampuan, transfer ke yang lebih muda agar dapat diteruskan oleh generasi yang baru.  Sharing knowledge bentuknya tidak melulu hanya tulisan saja, namun bisa juga dalam bentuk lain misalnya keterampilan. Untuk itu diperlukan cara yang kreatif dan inovatif agar ilmu-ilmu tersebut bisa berkelanjutan dan dipakai oleh generasi berikutnya.

“Pengetahuan adalah aset untuk itu perlu kita perhatikan manajemen penyimpanan dan pelestariannya, agar dapat kita wariskan kepada para penerus”, ujar Hadi Susilo, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi.

Pada waktu yang sama Kepala BATAN yang didampingi oleh Sekretaris Utama dan beberapa pejabat tinggi pratama BATAN menandatangani kebijakan penerapan manajemen pengetahuan nuklir di Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Kebijakan ini menegaskan bahwa BATAN menyatakan manajemen pengetahuan nuklir (Nuclear Knowledge Management) merupakan hal penting dan wajib diterapkan pada seluruh kegiatan penelitian, pengembangan, perekayasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir serta proses administrasi dan layanan terkait di seluruh unit kerja.

BATAN menerapkan manajemen pengetahuan nuklir secara sistematis, konsisten dan berkelanjutan.

BATAN melaksanakan manajemen pengetahuan nuklir melalui partisipasi aktif seluruh pimpinan tinggi; alokasi sumber daya terkait; identifikasi, pemetaan, pengembangan, penyebarluasan, penerapan, dan pelestarian pengetahuan nuklir; penggunaan teknologi informasi untuk mendukung proses manajemen pengetahuan nuklir; pengembangan budaya berbagi pengetahuan sebagai bagian dari kinerja individu dan organisasi; serta Insiatif dan partisipasi aktif seluruh unit kerja dengan melibatkan seluruh pegawai. (Wina)

sumber: http://www.batan.go.id/index.php/id/berita-pusdiklat/4248-manajemen-pengetahuan-penting-untuk-pelestarian-teknologi-nuklir