MALANG – Pemuda pemudi bangsa Indonesia merupakan aset yang tak ternilai. Dengan semangat dan intelektual para pemuda, Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih maju dikemudian hari. Namun, intelektualitas saja tidak cukup untuk menjadikan para pemuda Indonesia menjadi pemuda yang berkarakter. Kecerdasan Intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan spiritual, agar kelak masa depan Indonesia tidak hanya menjadi bangsa yang maju namun juga menjadi bangsa yang terarah dan tertata rapi.

Berdasarkan pemikiran tersebut diadakanlah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional, perhelatan yang telah digelar mulai tanggal 28 Juli sampai 3 Agustus 2017 ini mencatatkan sejarah baru selama penyelenggaraan MTQMN yaitu dengan banyaknya jumlah peserta yg mencapai 2.547 peserta.

Semalam, Kamis (3/7), acara yang diselenggarakan di 2 tempat yaitu di Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (Unibraw) ini ditutup oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na’im dengan didampingi oleh Rektor UM Rofi’uddin dan Mohamad Bisri selaku Rektor Unibraw di Graha Cakrawala UM.

Tema MTQ Mahasiswa Nasional ke-15 ini  adalah Melalui MTQ Mahasiswa Nasional XV Tahun 2017 kita integrasikan intelektualitas dan spiritualitas untuk mencetak calon pemimpin Indonesia yang cerdas dan bermoral demi mewujudkan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Ainun menyampaikan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat banyak ilmu pengetahuan dari segala bidang, sehingga dengan adanya integrasi antara  intelektual dan spirutual diharapkan dapat menjadikan pemuda pemudi Indonesia menjadi calon pemimpin yang cerdas dan bermoral.
“Seperti yang kita ketahui, Al-Qur’an tidak hanya berisi prinsip-prinsip keimanan, tetapi juga sumber nilai-nilai universal, ilmu pengetahuan, hingga sejarah umat manusia,” ujar Ainun.

Dalam acara MTQ Mahasiswa Nasional ini terdapat 13 cabang lomba, 6 (enam) cabang dilaksanakan di UM, yaitu Musabaqah Hifzhil 10 Juz (HQ10), Musabaqah Hifzhil 20 Juz (HQ20), Musabaqah Qira’at Sab’ah (QS) Riwayat Warsy dan Qalun, Musabaqah Khattil Quran, Musabaqah Debat Ilmiah Kandungan Al Qur’an dalam Bahasa Arab (DIA), dan Musabaqah Debat Ilmiah Kandungan Al Qur’an Bahasa Inggris (DII). Sementara 7 (tujuh) cabang lainnya dilaksanakan di Unibraw yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (TQ), Musabaqah Tartilil Qur’an (TQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an 5 Juz (HQ5), Musabaqah Fahmil Qur’an (FQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (SQ), Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KTIQ), dan Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al- Qur’an (DAQ).

Pemenang MTQ Mahasiswa Nasional dari semua kategori disebutkan satu persatu dan secara khusus diumumkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia periode 2001-2004 sekaligus juri senior MTQMN Said Aqil Al Munawwar.

Ainun juga berharap bahwa penyelenggaraan MTQMN ini menjadi tahap awal untuk membangun Bangsa Indonesia yang berbudaya dan beradab. Seperti halnya sebuah karya ilmiah, karya yang baik ialah karya yang diimplementasikan, sehingga memiliki manfaat bagi khalayak. Diharapkan juga para pemuda pemudi penerus bangsa dapat mengimplementasikan pengetahuan akademi dan agamanya dalam bermasyarakat.

“Saya berharap, sebagai sivitas akademi serta agen perubahan, tema ini bukan hanya sebuah slogan semata. MTQ Mahasiwa Nasional yang akan berakhir pada malam hari ini merupakan titik awal untuk meneguhkan komitmen kita kembali dalam membangun bangsa Indonesia yang berbudaya dan beradab, yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral agama.” tutup Ainun. (TJS)