Semarang- Menristekdikti Mohamad Nasir letakkan batu pertama dan tandatangani prasasti pembangunan gedung kampus STIE Bank BPD Jateng yang bertempat di Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (26/6). Dalam kesempatan tersebut, Nasir katakan bahwa kita jangan terlalu bangga dengan membangun gedung yang besar. Menurutnya kampus tidak selalu perlu gedung yang besar saja, tapi berbangga dengan kualitas yang lebih naik melalui teknologi informasi.

“Dengan teknologi sekarang bukan gedung yang besar saja, tapi kualitas yang ditingkatkan, caranya dengan teknologi informasi yang baik. Dengan teknologi informasi sekarang, rasio dosen dan mahasiswa justru harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan teknologi informasi pula mempermudah program belajar di kampus. Teknologi informasi dapat bantu tingkatkan kualitas STIE BPD Jateng,” ungkap Nasir.

Nasir jelaskan mahasiswa STIE BPD Jateng harus sudah lakukan inovasi teknologi dalam bidang keuangan. Nasir beri contoh entrepreneur kenamaan asal Negeri Tiongkok, Jack Ma. Menurutnya Jack Ma sudah membuat aplikasi yang ketika membeli barang tertentu hanya menggunakan barcode, dan langsung terhubung dengan akun di Bank.

“Jadi mahasiswa bidang keuangan dan ekonomi bukan hanya berfikir tentang aliran keuangan saja, tapi juga paham akan literasi teknologi bidang keuangan, dengan demikian entrepreneur dari bidang keuangan dan ekonomi akan banyak dilahirkan,” terang Nasir yang juga salah satu pendiri STIE BPD Jateng.

Sementara menurut Ketua Yayasan Pendidikan BPD Jateng Wijianto, peletakan batu pertama pembangunan gedung dengan luas 3.200 m2, bertepatan dengan dies natalis ke-22 dan mengambil konsep smart campus.

“Kami bekerja sama dengan telkom, sehingga gedung perkuliahan ini mempunyai akses digital dan teknologi informasi yang cukup mumpuni, dan terintegrasi dengan baik untuk sarana perkuliahan,” jelasnya.

Pada acara tersebut, Nasir juga berikan bantuan tabungan mahasiswa berprestasi dari Bank BPD Jateng kepada 10 mahasiswa berprestasi dari STIE BPD Jateng. (DZI)

Galeri