SIARAN PERS
Nomor : 133/SP/HM/BKKP/VIII/2018

 

Yogyakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dengan perusahaan. Hal ini menjadi hal yang tidak dapat dipungkiri karena perguruan tinggi akan mencetak lulusan yang membutuhkan pekerjaan, sedangkan perusahaan akan membutuhkan lulusan perguruan tinggi yang siap bekerja.

Hal tersebut disampaikan Menristekdikti dalam acara Academic Excellent Day 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pada hari Sabtu (4/8). Pada kesempatan tersebut, Menteri Nasir memberikan arahan bertema “Peningkatan Kualitas Akademik, Peran Tenaga Pendidik di Era Disrupsi Teknologi”.

“Mahasiswa perlu mendapatkan bekal kompetensi yang memadai untuk terjun ke dunia kerja, oleh karena itu tenaga pendidik memiliki peran penting,” ujar Nasir.

Menristekdikti juga mengatakan dalam era disrupsi teknologi sekarang ini, dunia teknologi mengalami perubahan yang sangat pesat. Indonesia yang dalam global competitiveness index telah menduduki peringkat ke-36 dari 137 negara juga merasakan dampak dari hal tersebut.

“Adanya perkembangan teknologi, tentunya dapat dimanfaatkan untuk banyak hal, salah satunya untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Hal ini karena salah satu yang menjadi poin penilaian pada global competitiveness index adalah higher education and training,” pungkasnya.

Terkait hal tersebut, Nasir pun menyampaikan bahwa proses pembelajaran saat ini tidak hanya dapat dilakukan melalui pertemuan di kelas, melainkan dapat memanfaatkan teknologi seperti adanya kuliah online.

“Hal ini seperti dilakukan oleh perusahaan misalnya Pertamina yang memberikan pelatihan melalui online pada karyawannya yang berada di lokasi offshore,” ujarnya.

“Saat ini seharusnya sudah terintegerasi antara faktor basic, human, dan technology karena sejalan dengan revolusi industri 4.0”, tambahnya.

Senada dengan Menristekdikti, Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia Energi, Tentaminarto Dwi Februartono juga mengharapkan adanya kerjasama antara industri atau usaha dengan dunia pendidikan.

“Ada simbiosis mutualisme karena kita sama-sama membutuhkan”, ujar Tanto saat menyampaikan sambutan.

Selain itu, Wimpie Agoeng, selaku Sekretaris Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga berharap nantinya akan ada tindak lanjut dari kerjasama yang implementatif dan bermanfaat bagi masyarakat dari perusahaan dan perguruan tinggi.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Bupati Sleman, serta tujuh perwakilan perusahaan industri. Sebelumnya, acara yang digelar di ruang rapat utama UTY tersebut juga melangsungkan prosesi penandatanganan MoU antara UTY dengan tujuh perusahaan industri.

 

Alvin Eka Priyadi
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti