Jakarta-“Jabatan bukan tujuan utama, jabatan adalah amanah yang harus dilakukan. Karena sifatnya amanah maka kerjakanlah pekerjaan dengan sebaik-baiknya,” pesan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir kepada empat pejabat di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yang baru dilantik di Auditorium Gedung Kemenristekdikti (23/10).

 

Empat pejabat yang dilantik adalah Rektor  Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Mirza Irwansyah; Direktur Sarana dan Prasarana Kemenristekdikti, Mohammad Sofwan Effendi; Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, Widyo Winarso; dan Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VIII Denpasar, Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana. Kemenristekdikti melantik pejabat baru di lingkungan Kemenristekdikti dalam rangka penyegaran. Tujuan perombakan antara lain terlaksananya program-program yang ada di Kemenristekdikti secara lebih efektif dan efisien.

 

Salah satu program yang diharapkan dalam masa kerja tiga tahun Presiden, Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla adalah meningkatkan inovasi Bangsa Indonesia. “Kemenristekdikti berhasil meningkatkan inovasi. Peningkatan ini tidak lepas dari riset inovasi melalui Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi atau PPBT. Di tahun 2015 ada 52 PPBT, meningkat di tahun 2016 menjadi 205 PPBT, dan di tahun 2017 meningkat lagi menjadi 661 PPBT,” bangga Menristekdikti. Menristekdikti juga menegaskan bahwa tugas utama pimpinan adalah mendorong institusi meningkatkan kualitas pendidikan yang di wilayah tugas para pejabat yang dilantik. “Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi adalah dengan mendorongtransparency, awareness, accountability, dan responsibility menjadi hal utama, serta komunikasi yang baik, juga akan mencerminkan perguruan tinggi yang baik,” pungkas Menristekdikti.

(AP/BKKP)