#Siaran Pers Kemenristekdikti

Nomor : 72/SP/HM/BKKP/X/201

Jakarta, 20 Oktober 2017 – Pendidikan tinggi di Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir terus tumbuh dengan cukup signifikan. Tahun 2017 ini, jumlah mahasiswa di Indonesia telah mencapai lebih dari ~5,2 juta orang (15,1% nya adalah mahasiswa vokasi/politeknik). Meskipun pertumbuhan partisipasi pendidikan tinggi terus meningkat, namun secara relatif APK pendidikan tinggi di Indonesia tahun 2016 adalah 31,61% (2015: 29,15%). Dibutuhkan komitmen bersama dari berbagai pihak mulai dari Pemerintah, Lembaga Swasta, Akademisi dan masyarakat luas untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Salah satu upaya Kemenristekdikti dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi putra putri Indonesia adalah melalui pemberian beasiswa bagi calon mahasiswa dan mahasiswa dari kalangan tidak mampu. Selain beasiswa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kemenristekdikti senantiasa menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga swasta untuk turut berperan serta dalam pendidikan tinggi Indonesia dengan cara pemberian beasiswa. Salah satu Lembaga Swasta yang berperan aktif dalam pemberian beasiswa di Indonesia tersebut adalah Tanoto Foundation.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir hari ini (Jumat, 20 Oktober 2017), menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Beasiswa Tanoto Foundation di Ruang Auditorium Gedung Kemenristekdikti, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Pengurus Tanoto Foundation dan Perwakilan Penerima Beasiswa. Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Staf Khusus Abdul Wahid Maktub, Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, Pengurus Tanoto Foundation dan perwakilan penerima beasiswa.

Menristekdikti memberikan apresiasi atas partisipasi Tanoto Foundation untuk turut bahu membahu dengan pemerintah untuk memajukan pendidikan tinggi Indonesia. Nasir mengatakan bahwa beasiswa yang diberikan oleh Tanoto Foundation merupakan sebuah investasi untuk masa depan demi mewujudkan generasi yang berdaya saing tinggi.

“ Beasiswa ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara pemerintah dan lembaga swasta di bidang pendidikan tinggi demi mencetak generasi muda yang dapat bersaing di kelas dunia, komitmen seperti ini harus di ikuti oleh lembaga-lembaga swasta lainnya,” ujar Menristekdikti.

Nasir menjelaskan bahwa Kemenristekdikti memiliki program bantuan dana pendidikan Bidikmisi dan ADik 3T & Papua untuk meningkatkan jumlah SDM terdidik tingkat perguruan tinggi, juga untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Namun kemampuan pemerintah memberikan beasiswa bagi pemerataan akses kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat masih, oleh karena itu peran lembaga-lembaga swasta sangat dibutuhkan.

” Kemenristekdikti mengalokasikan lebih dari 3,5 Triliun Rupiah untuk beasiswa mahasiswa (Bidikmisi dan Adik 3T dan Papua), namun itu masih kurang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, idealnya dibutuhkan sekitar 10 Triliun Rupiah. Partisipasi pihak swasta sangat dibutuhkan,” pungkas Nasir.

Belinda Tanoto, anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation mengatakan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pemimpin masa depan, Tanoto Foundation memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi namun mengalami kendala ekonomi. Program beasiswa untuk jenjang S1 dan S2 ini bermitra dengan 35 peguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Hingga saat ini, lebih dari 3.200 mahasiswa telah mendapat dukungan beasiswa Tanoto Foundation. Untuk penerimaan tahun 2017, Tanoto Foundation memberikan beasiswa kepada 315 mahasiswa. Para penerima beasiswa Tanoto Foundation, atau dikenal sebagai Tanoto Scholars, tidak hanya mendapat dukungan biaya pendidikan, tetapi juga berbagai pelatihan soft skill untuk meningkatkan kapasitas mereka, misalnya public speaking, presentasi, dan kemampuan dalam memimpin serta kerja sama tim.

Tanoto Scholars juga didorong untuk melaksanakan kegiatan sosial dalam wadah Tanoto Scholars Association (TSA) di masing-masing daerah tempat mereka belajar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sikap peduli sosial yang menjadi salah satu syarat menjadi pemimpin yang baik. Kegiatan yang sudah berjalan antara lain Ransel Baca oleh Tanoto Scholars di Universitas Hasanuddin, Bina Desa oleh Tanoto Scholars di Institut Pertanian Bogor, TSA Mengajar oleh Tanoto Scholars di Universitas Mulawarman, dan masih banyak lagi.

Firman Hidayat
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti