Siaran Pers
Nomor : 86/SP/HM/BKKP/V/2018

 

Jakarta, 9 Mei 2018

Kementerian Riset, Teknlogi, dan Pendidikan Tinggi senantiasa bergerak dan berkerja untuk meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi di Indonesia demi menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk mendukung daya saing bangsa. Salah satu instrumen untuk mengukur mutu pendidikan tinggi adalah melalui akreditasi, baik akreditasi program studi maupun akreditasi institusi perguruan tinggi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan bidang kesehatan merupakan salah satu bidang pendidikan tinggi yang sangat penting dijaga mutunya, karena lulusan di bidang kesehatan akan bersentuhan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu akreditasi sangat penting sebagai tulang punggung untuk menjamin mutu pendidikan tinggi bidang kesehatan yang ada di indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Nasir dalam sambutannya di acara 2nd Annual Meeting LAM-PTKes di Sheraton Gandaria City Jakarta (9/5).

“Didalam penjaminan mutu harus dibentuk lembaga akreditasi yang bernama Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)vyang mencakup seluruh program studi yang ada di Indonesia sepanjang program studi itu tidak mempunyai lembaga akreditasi mandiri, selain itu BAN-PT juga mempunyai tugas yaitu melakukan akreditasi institusi dan mengakreditasi terhadap lembaga,” ujar Menristekdikti.

Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) sebagai LAM pertama yang didirikan oleh masyarakat profesi telah menjadi model pengembangan LAM untuk bidang lain. LAM-PTKes diharapkan dapat berkolaborasi dengan Kemenristekdikti dan BAN PT untuk penguatan implementasi SN-Dikti dan SPMI di tiap program studi. “Ini merupakan tahun kedua LAM PT-Kes menjalankan tugas akreditasi mandiri, akreditasi harus bisa menjamin mutu lulusan sesuai dengan kondisi atau yang dibutuhkan oleh industri dan masyarakat,” tutur Nasir.

Pada kesempatan yang sama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bapennas) Bambang Brodjonegoro menyampaikan peningkatan kualitas Pendidikan tinggi sangat penting dalam mencapai sasaran Suistainable Development Goals (SDGs). Pencapaian SDGs di Indonesia dari tahun 2000 – 2015, Indonesia telah berhasil mencapai peringkat 49 dari 67 indikator pada akhir tahun 2015.

“Meskipun kita mempunyai tantangan yang luar biasa sebagai negara kepulauan terbesar dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia apalagi adanya perbedaan budaya dan kondisi geografis, Indonesia termasuk berhasil mencapai hampir semua indikator SDGs dibandingkan banyak negara asia pasifik lainnya,” ucap Bambang.

Sementara itu, Ketua Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) sekaligus Ketua PanitiaUsman Chatib Warsa menambahkan LAM-PTKes berfungsi untuk meningkatkan kualitas program studi untuk menghasilkan tenaga bidang ilmu kesehatan yang kompeten dan profesional.

“Mutu tenaga kesehatan harus terus ditingkatkan melalui proses akreditasi yang dilaksanakan oleh badan independen yang anggotanya berasal dari asosiasi institusi pendidikan tinggi bidang kesehatan dan organisasi profesi,” pungkas Usman.

Sumaryanto dan Annisa Prajna
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti